Firman Hidup
Berlangganan gratis

Yohanes Pembaptis (PDF) Versi PDF



Yohanes Pembaptis



Saya pernah membaca sebuah buku berjudul “God’s Generals” dan Yohanes Pembaptis layak dianggap sebagai salah satu dari para jenderal Allah yang paling ternama. Mari kita melihat kisah hidupnya.

1. Para tokoh Alkitab: bukan manusia super

Saya percaya bahwa Allah telah menempatkan kisah tentang orang-orang seperti Yohanes, Paulus, Elia, dll di dalam Alkitab untuk mengajar kita banyak hal melalui teladan hidup mereka. Banyak orang cenderung berpikir bahwa orang-orang ini tentu merupakan manusia super yang hanya memiliki sedikit kesamaan dengan kita, bahkan sama sekali berbeda dengan kita. Namun, tidak demikian kenyataannya. Sebagaimana pernyataan Yakobus tentang Elia:

Yakobus 5:17
“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita

demikian juga yang dikatakan Petrus kepada Kornelius ketika ia menyembahnya:

Kisah Para Rasul 10:26
“Bangunlah, aku hanya manusia saja.

Dan sebelum peristiwa itu, ketika orang-orang menatap Petrus dan Yohanes dengan penuh keheranan karena mereka menyembuhkan seorang yang lumpuh, Petrus berkata kepada mereka:

Kisah Para Rasul 3:11-13, 16
“…..mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus….Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.”

Manusia-manusia Allah yang kisahnya kita baca dalam Alkitab dan yang melaluinya Allah melakukan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sama sekali bukan manusia super. Mereka semua adalah “manusia biasa sama seperti kita” (Yakobus 5:17). Sebagaimana Paulus katakan dalam 2 Korintus 3:4-6:

“Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”

Allahlah yang membuat kita sanggup. Yohanes, Paulus, Petrus dan Elia sendiri tidak lebih dari kita dalam “kesanggupan” mereka. Tidak diperlukan seorang manusia super, tidak diperlukan kesanggupan super untuk melakukan panggilan Allah dalam hidup kita. DIALAH yang memiliki kesanggupan super dan Dia sama sanggupnya bagi kita seperti bagi mereka yang telah berjalan bersama-sama dengan Dia di masa lampau.

2. Yohanes Pembaptis: panggilan-Nya

Setelah pendahuluan singkat di atas, mari kita memulai penyelidikan kita mengenai Yohanes Pembaptis. Malaikat yang mengumumkan kelahiran Yohanes kepada ayahnya, berkata tentang dia:

Lukas 1:15-17
“Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Dan tentang dia Yesus di kemudian hari berkata:

Matius 11:9-11a
“Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.”

Yohanes akan menjadi “besar di hadapan Tuhan” (Lukas 1:15). Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan, tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Yohanes punya sebuah panggilan dalam hidupnya. Ia dipanggil untuk mendahului Tuhan Yesus Kristus, untuk “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya” (Lukas 1:17). Ia punya misi yang harus dipenuhi, dan ia telah ditetapkan bahkan sebelum kelahirannya untuk memenuhi misi tersebut. Namun, ini berlaku bukan hanya bagi Yohanes. Ini pun berlaku bagi kita. Alkitab berkata bahwa kita telah dipilih-Nya dari semula (Roma 8:29), dan setiap kita telah ditetapkan oleh Allah untuk menjalankan fungsi khusus di dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12:8). Sebagaimana fungsi Yohanes adalah sebagai pendahulu bagi Kristus dan fungsi ini ditetapkan oleh Allah sendiri, setiap kita pun mempunyai sebuah fungsi khusus di dalam tubuh Kristus, sebuah panggilan yang ditetapkan secara khusus oleh Allah sendiri. Kita hidup di bumi ini bukan karena kebetulan. Sebaliknya, kita sungguh-sungguh dikenal, mungkin bukan oleh manusia, tetapi oleh Allah Bapa kita.

3. Yohanes Pembaptis: Di padang gurun

Tidak banyak catatan tentang periode sebelum Yohanes mulai berkhotbah. Lukas 1:80 meringkas periode ini sebagai berikut:

Lukas 1:80
“Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”

Yohanes tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. Ia telah memiliki sebuah panggilan khusus dari sejak mulanya. Namun, ada waktu yang telah ditetapkan untuk panggilan tersebut dijalankannya. Kita SEMUA punya fungsi khusus di dalam tubuh Kristus, namun ALLAHLAH yang menentukan apa fungsi tersebut dan bagaimana fungsi itu dipenuhi. Sebagaimana dikatakan dalam 1 Korintus 12:18:

I Korintus 12:18
“Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.”

Anda tidak perlu mencari-cari tempat Anda di dalam tubuh Kristus. Allah telah menempatkan Anda di sana dan Ia melakukannya sesuai yang dikehendaki-Nya. DIA sendiri yang merancangkan sebuah fungsi khusus bagi Anda. Ia telah menetapkan Anda untuk fungsi tersebut dan telah memperlengkapi Anda untuk melakukannya. Bukan hanya itu, Ia juga telah menentukan bagaimana dan apa yang harus Anda lakukan dalam menjalankan fungsi Anda tersebut. Panggilan Yohanes adalah mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan ia memahami panggilan itu dari sejak ia masih sangat muda. Mungkin orang membayangkan tentu saja begitu Yohanes memahami panggilannya itu, ia pun segera berhenti melakukan segala sesuatu dan mulai berkhotbah. Namun, pada kenyataannya, Yohanes melakukannya hanya setelah: “datanglah firman Allah kepada Yohanes” (Lukas 3:1-6). Hanya setelah firman Allah datang kepadanya, dan hanya setelah itu, ia bertindak dan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Sebagaimana dikatakan dalam Lukas 3:1-6:

Lukas 3:1-6
“Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. MAKA [setelah firman Allah datang kepadanya] datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan MENYERUKAN: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."

Yohanes ditetapkan oleh Allah untuk menjalankan sebuah fungsi yang khusus. Ia akan menjadi pendahulu Tuhan Yesus Kristus, mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan menyerukan agar orang-orang bertobat dan dibaptiskan. Ia bisa saja melaksanakan misinya lebih awal dan melakukan apa yang dianggapnya cara terbaik untuk mencapai misi tersebut. Ia bisa saja punya beribu-ribu ide tentang bagaimana agar ia dapat memenuhi misinya dengan cara yang terbaik menurutnya. Namun, ia tidak melakukannya. Sebaliknya, ia menunggu sampai firman Allah datang kepadanya. Begitu mendapatkan firman Allah, tanpa sedikitpun keraguan, ia mulai melaksanakan apa yang disuruhkan kepadanya: berseru agar orang-orang bertobat dan dibaptiskan sehingga Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Allah telah menetapkan kita di dalam tubuh Kristus dengan sebuah fungsi khusus, dan Allah pun menentukan bagaimana dan apa yang harus kita lakukan dalam menjalankan fungsi kita tersebut. Yohanes mulai berkhotbah hanya setelah firman Allah datang kepadanya (Yohanes 3:2). Dan, ini terjadi….. di padang gurun. Di sanalah “tempat pelatihan” Yohanes. Waktu yang mungkin tidak kita hargai sama sekali, waktu ketika kita berada di padang gurun, mungkin adalah waktu ketika Allah sedang melatih kita. Lalu, ketika daging dan semua keinginannya telah dihancurkan di sana, di “padang gurun” kita, barulah kita siap, bukan untuk melakukan apa yang terbaik menurut kita, tetapi untuk melakukan panggilan-Nya yang telah ditentukan-Nya sejak semula untuk kita lakukan.

4. Yohanes Pembaptis: orang banyak datang kepadanya

Dan Injil Lukas melanjutkan:

Lukas 3:7-9
“Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.”

“Orang banyak datang kepada Yohanes untuk dibaptis.” Bukan Yohanes yang berusaha untuk menarik perhatian orang banyak itu. Jelas cara bicara Yohanes tidak diplomatis dengan menyebut mereka generasi “keturunan ular beludak.” Jelas sekali, ia tidak mencoba menyenangkan hati mereka. Sebaliknya, ia mengatakan apa yang Allah ingin agar ia katakan, serta dalam volume yang Allah inginkan.

Pelayanan Yohanes berhasil karena ia mengikuti apa yang Allah perintahkan untuk ia lakukan. Ia tidak melakukan mukjizat apa pun (Yohanes 10:4), setidaknya tidak ada catatan tentang hal itu di Alkitab. Ia tidak mengiklankan dirinya. Namun, orang-orang tahu bahwa di hadapan mereka berdiri seorang nabi. Pada zaman sekarang banyak orang mengaku-aku dirinya “guru” atau “nabi.” Namun, Yohanes tidak melakukannya. Ia tidak melakukan kampanye yang memuji-muji dirinya sebagai seorang nabi. Bahkan ia sendiri tidak pernah menyebut dirinya seorang nabi. Tetapi, orang-orang mengetahuinya. Tuhan Yesus pun menegaskan hal itu.

Orang banyak datang kepada Yohanes, tetapi bukan orang banyak yang menjadi keinginan Yohanes. Di saat pelayanannya memuncak dengan banyaknya orang yang datang kepadanya, dan ketika semua orang berpikir ia adalah Kristus, Yohanes «mengaku dan tidak berdusta» (Yohanes 1:20):

Yohanes 1:20-23
“Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Yohanes tidak mencoba mengambil bagi dirinya sendiri gelar kebesaran seperti Kristus, Elia atau nabi, meskipun sebutan nabi dan Elia sangat sesuai disandang olehnya. Ini bukan hal yang penting baginya. Hal yang terpenting adalah ia sedang melakukan apa yang telah ditentukan oleh Allah untuk ia lakukan. Ia adalah suara yang berseru-seru di padang gurun dan tepat seperti itulah dirinya. Seharusnya kerinduan hati kita bukan untuk mendapat nama atau jabatan, melainkan untuk melakukan apa yang telah Allah tetapkan untuk kita lakukan, apa pun itu tanpa memedulikan nama yang diperuntukkan bagi penyandang panggilan tersebut.

5. Yohanes Pembaptis: akhir pelayanannya

Popularitas Yohanes sangat tinggi. Ia sangat terkenal…. sampai saat Yesus memulai pelayanan-Nya. Seakan-akan begitu pelayanan Tuhan Yesus dimulai, pelayanan Yohanes pun berakhir. Seorang yang tadinya pengkhotbah terkenal, sekarang harus menyaksikan orang banyak meninggalkannya serta mengikuti Tuhan Yesus. Lalu, bagaimana reaksinya? Yohanes 3 mengatakannya kepada kita:

Yohanes 3:26-30
“Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Bukan orang banyak yang Yohanes inginkan, sehingga ia pun tidak merasa terganggu melihat pelayanannya berkurang. Sesungguhnya, sukacita Yohanes semakin melimpah karena menyadari bahwa pelayanannya bukan untuk menarik orang datang kepadanya tetapi menarik mereka untuk datang kepada Kristus. Pada akhirnya, hidup Yohanes berakhir di penjara dengan kepala yang dipancung. Sebagaimana Ibrani 11 katakan mengenai orang-orang seperti Yohanes yang hidupnya berakhir sebagai martir:

Ibrani 11:35-38
“Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.”

Yohanes – juga mereka yang dimaksudkan dalam Ibrani 11:35-38 – adalah manusia biasa sama seperti kita. Namun, Yohanes mau melakukan panggilan Allah dalam hidupnya. Ia bisa saja mengabaikan panggilan itu dan menjalani hidup seperti yang dilakukan orang-orang lain seusianya (ia masih berusia sekitar 30 tahun!) Hidup tentu akan jauh lebih mudah baginya, bukan? Namun, Yohanes hanya ingin mengikuti kehendak Allah. Sebagai seorang kristiani, Anda mungkin mengalami masa-masa penuh ketidaknyamanan, masa di mana Anda harus mengambil jalan yang sempit. Anda akan mampu bertahan dan tetap berdiri teguh, hanya apabila visi dan mata Anda tertuju pada Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana dikatakan kembali dalam Ibrani:

Ibrani 12:1-2
”marilah kita….berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Satu-satunya cara untuk berlomba dalam perlombaan rohani adalah dengan mata yang tertuju kepada Yesus Kristus. Bukan pada hal-hal yang kelihatan tetapi pada apa yang tidak kelihatan yaitu pada kekekalan.

2 Korintus 4:18
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”

Inilah yang Yohanes lakukan dan inilah juga yang seharusnya kita lakukan.

Anastasios Kioulachoglou