Firman Hidup
Berlangganan gratis

Musuh, Peperangan dan Pemenang (PDF) Versi PDF



Musuh, Peperangan dan Pemenang



Saya percaya sangat sedikit orang mau mendengar tentang peperangan, pertempuran dan musuh. Namun, kita semua setuju bahwa apabila semua itu ada, hal terburuk yang dapat kita lakukan adalah mengabaikan keberadaannya dan hidup dalam ilusi seolah-olah mereka tidak ada. Firman Allah memberi kita informasi tentang musuh yang bernama Iblis ini serta peperangan melawan dia. Alkitab sama sekali tidak menganjurkan kita untuk mengabaikan musuh ini beserta cara-cara yang digunakannya. Sebagaimana 2 Korintus 2:10-11 katakan:

2 Korintus 2:10-11
“supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.”

Bila ada orang yang menganjurkan agar kita mengabaikan Iblis serta cara-cara yang digunakannya, pastilah anjuran ini bukan berasal dari Allah, karena Allah justru ingin agar kita “TAHU”. Dengan pengertian ini sebagai titik awal, kita akan mencoba menyelidiki beberapa hal yang Firman Allah katakan tentang musuh kita, tentang peperangan kita melawannya dan tentang bagaimana agar kita mampu bertahan dalam peperangan itu.

1. Dua Kuasa

Fakta tentang keberadaan dua kuasa yang sedang berperang, jelas terlihat dalam Kolose 1:12-14 di mana dikatakan oleh ayat-ayat ini mengenai orang-orang kristiani:

Kolose 1:13-14
“Ia [Bapa] telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih”

Juga dalam Kisah Para Rasul 26:17-18 Yesus Kristus, yang berbicara kepada Paulus tentang misinya, berkata:

Kisah Para Rasul 26:17-18
“Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.”

Dan Efesus 5:8 berbicara mengenai kita:

Efesus 5:8
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.

Seperti yang kita lihat dalam ayat-ayat ini, kita dahulu berada dalam “kegelapan” (Efesus 5:8) dan di bawah “kuasa Iblis” (Kisah Para Rasul 26:17). Namun tatkala kita mendengar Firman Tuhan tentang Yesus Kristus dan percaya pada apa yang Firman Tuhan katakan, kita pun berbalik “dari kegelapan kepada terang, dan dari kuasa Iblis kepada Allah” (Kisah Para Rasul 26:17). Ringkasan tentang kehidupan lama dan kehidupan baru kita dipaparkan dalam Efesus 2:1-3, di mana tertulis:

Efesus 2:1-3
“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.”

Benar-benar keadaan yang buruk, namun itu bukan keadaan kita sekarang, sebagaimana tertulis selanjutnya:

Efesus 2:4-9
“Tetapi ALLAH yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Kita semua pernah berada di bawah kuasa dan pengaruh roh yang “sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka” yaitu si Iblis. Kita semua pernah berada di dalam kegelapan yang pekat. Tetapi kita kemudian percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya dan iman ini menyelamatkan kita (Roma 10:9). Kita telah mati di dalam dosa, namun Allah telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus. Jadi, di manakah semua orang yang belum percaya? Mereka berada di tempat dahulu kita berada: di dalam kegelapan dan di bawah kuasa Iblis. Sebagaimana 2 Korintus 4:3-4 katakan:

II Korintus 4:3-4
“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”

Siapakah ilah zaman ini yang membutakan orang-orang sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus? Tentu saja dia yang pernah membutakan kita juga, yaitu si Iblis.

Selain itu, dikatakan dalam II Timotius 2:25-26:
“dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.”

Kita pun pernah berada dalam keadaan yang sama, tetapi sekarang tidak lagi. Kita telah dibebaskan oleh Tuhan dan dipindahkan dari “kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah. ” Namun demikian, bukan berarti kita tidak lagi berurusan dengan Iblis. Karena Allah dan iblis adalah musuh, maka ada perang di antara mereka, dan ada peperangan yang harus kita hadapi.

2. Peperangan

Peperangan yang akan kita bahas ini digambarkan dalam Efesus 6:10-18, dimulai dalam ayat 10-12:

Efesus 6:10-12
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Seperti yang kita baca di atas, ada sebuah peperangan, ada sebuah pertempuran yang sedang terjadi antara kita melawan si Iblis dan antek-anteknya. Pertempuran ini bukan melawan darah dan daging atau manusia, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Syukurlah dalam pertempuran rohani ini kita bukannya tanpa perlindungan, karena Allah telah memberi kepada kita perlengkapan senjata lengkap, yang apabila kita kenakan, akan membuat kita mampu bertahan dan berhasil dalam pertempuran ini. Ayat 13-18 memaparkan gambaran terperinci tentang perlengkapan senjata Allah ini.

Efesus 6:13-18
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”

Perhatikan bahwa persenjataan ini bukan milik kita tetapi merupakan “perlengkapan senjata Allah”. Sesuatu yang Allah berikan untuk memampukan kita agar dapat mengadakan perlawanan dalam peperangan rohani ini. Jadi, apa yang diminta dari kita bukan untuk membuat persenjataan itu tetapi untuk mengenakannya. Bila kita melakukannya, dijanjikan kepada kita bahwa kita akan “dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri”.

Lebih banyak informasi tentang peperangan rohani dan terutama tentang persenjataan yang Allah berikan untuk kita gunakan dalam pertempuran, dapat ditemukan dalam 2 Korintus 10:3-5. Dikatakan di sana:

II Korintus 10:3-5
“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”

Di sini, kita kembali diberitahukan tentang sebuah peperangan, yang bukan peperangan duniawi, juga tentang senjata yang bukan senjata duniawi. Bila bukan peperangan duniawi, maka peperangan ini adalah peperangan rohani seperti yang digambarkan dalam Efesus 6. Di sana kita membaca tentang perlengkapan senjata yang Allah minta agar kita kenakan sehingga kita dapat mengadakan perlawanan terhadap tipu muslihat Iblis. Di sana kita belajar bahwa senjata yang Allah berikan kepada kita dalam peperangan rohani ini bukan senjata duniawi “melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng, mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah, dan menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”

Jadi, berdasarkan ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa ada sebuah peperangan, bukan peperangan duniawi tetapi peperangan rohani. Ini adalah sebuah fakta yang tidak dapat diubah. Ini adalah sebuah kebenaran yang Allah paparkan dalam Firman-Nya demi keuntungan kita. Entahkah kita senang atau tidak, ini adalah sebuah kebenaran. Entahkah kita mau bertempur atau tidak, fakta bahwa ada peperangan tidak dapat diubah. Satu-satunya yang bergantung pada kita adalah hasil dari pertempuran itu, karena kita diberi dua pilihan, apakah kita akan bersikap acuh tak acuh dan tidak mau mengenakan perlengkapan senjata Allah, yang akan mengakibatkan kita ditelan oleh Iblis (1 Petrus 5:8-9), ataukah kita mau mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dan melawan musuh dan hasilnya adalah kita akan tetap berdiri dengan teguh.

3. Penganiayaan , penderitaan, dan kelepasan

Setelah memahami tentang peperangan rohani yang harus kita hadapi, mari kita melangkah lebih jauh dengan melihat apa implikasi dari peperangan ini bagi kita dalam praktiknya. Oleh karena ini adalah pertempuran melawan Iblis, tentu ada beberapa tindakan dari pihak musuh untuk menyerang kita. Mari kita melihatnya dalam Yohanes 15:18-21, di mana tertulis:

Yohanes 15:18-21
“[Yesus berkata kepada para murid-Nya] Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

Terlihat dari ayat-ayat di atas bahwa ada perbedaan yang besar antara “dari dunia” dan “bukan dari dunia”. Meskipun dalam Yohanes 17:11 dikatakan bahwa para murid, atau kita pada zaman ini, masih berada “di dalam dunia,” tetapi kita bukan berasal “dari dunia”. Perbedaannya sangat besar, karena mereka yang “dari dunia” memiliki penguasa yang sama sekali berbeda dari kita yang “bukan berasal dari dunia.” Siapakah penguasa mereka yang berasal “dari dunia”? Kita dapat melihatnya dalam Yohanes 14:30, melalui perkataan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya1:

Yohanes 14:30
“Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.”

Juga dalam I Yohanes 5:19:
“Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.”

Kita, orang-orang kristiani, berasal dari ALLAH. Dialah PENGUASA kita, TUHAN kita. Dia bukan si “penguasa dunia ini”. Sebaliknya, seperti yang teks di atas katakan, seluruh dunia ini berada di bawah kuasa SI JAHAT, yaitu Iblis, “ilah zaman ini” yang disebutkan dalam 2 Korintus 4:3 dan “penguasa dunia ini” yang disebutkan dalam Yohanes 14:30. Inilah sebabnya mengapa Yesus Kristus memperingatkan kita akan penganiayaan dalam dunia ini. Ada orang-orang di dunia ini yang menuruti firman serta mengikutinya. Ada juga yang menyangkal firman dan melakukan aniaya. Hal yang sama masih terjadi pada zaman ini. Ada orang-orang, seperti kita, mendengar Firman Tuhan, lalu percaya dan dipindahkan “dari kuasa Iblis kepada Allah,” sementara ada juga orang yang menyangkal firman dan menganiaya kita2. Namun, fakta bahwa kita mungkin akan menderita penganiayaan, bukan berarti kita harus kehilangan keberanian. Sebagaimana yang Yesus katakan dalam Yohanes 16:33:

Yohanes 16:33
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Yesus Kristus mengatakan dengan sangat jelas bahwa di dalam dunia, kita akan menderita aniaya. Namun Ia tidak berhenti sampai di sana. Ia pun mendorong kita untuk “menguatkan hati” kita karena Ia telah mengalahkan dunia. Dan, bukan hanya itu, Dia, yang telah mengalahkan dunia, ada di dalam diri kita. Tepatlah apa yang dikatakan Kolose 1:27:

Kolose 1:27
“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”

Juga dalam 2 Korintus 13:5 yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan:
“Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu?”

Kristus, yang telah mengalahkan dunia, ada di dalam diri kita sekarang. Sebagaimana 1 Yohanes 4:4 katakan:

I Yohanes 4:4
“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia, yaitu si Iblis. Tentu saja, akan ada penganiayaan dan penderitaan. Firman Tuhan menyatakan hal ini dengan sangat jelas. Namun, tidak berhenti sampai di sana, karena ada kelepasan yang dari Tuhan. Seperti yang Paulus katakan dalam 2 Timotius 3:10-12, di mana ia memberikan kesaksian pribadinya:

II Timotius 3:10-12
“Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.”

Siapa yang mengatakan bahwa karena kita orang-orang kristiani, maka kita tidak akan mengalami penganiayaan. Perkataan itu bukan berasal dari Firman Tuhan, karena di sini jelas dikatakan: “setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. Oleh karena itu, jangan bersedih apabila kita mengalami penganiayaan, karena penganiayaan hanya dialami oleh orang yang sungguh-sungguh berjalan bersama Tuhan dan “mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus.” Tentu saja ini bukan berarti semua yang kita alami dalam kehidupan ini adalah penganiayaan. Paulus mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan, namun ia berkata: “Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.” Penganiayaan hanyalah salah satu bagian dari sekeping koin. Di bagian lainnya adalah kelepasan dari Tuhan. Sebagaimana yang kembali Paulus saksikan dalam ayat-ayat berikutnya:

II Timotius 4:16-18
“Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.”

Tentu saja, keadaan yang normal adalah ketika seluruh keluarga, atau seluruh anggota jemaat Tuhan3 mendampingi kita dan kita mendampingi mereka. Sayangnya, seperti yang Firman Tuhan tunjukkan di sini, hal seperti ini tidak selalu terjadi, karena semuanya bergantung pada apakah setiap anggota keluarga itu berjalan di dalam Roh (natur yang baru) atau di dalam daging (natur yang lama). Dalam peristiwa ini, semuanya meninggalkan Paulus. Seseorang yang telah bekerja begitu keras bagi Tuhan, yang telah melayani umat-Nya, menguatkan mereka dan memberitahukan Firman Tuhan kepada mereka, ditinggalkan oleh semuanya kecuali satu: dia tidak ditinggalkan oleh Allah. Allahlah satu-satunya yang mendampingi dia. Sungguh, Dialah satu-satunya yang patut kita harapkan untuk mendampingi kita dengan setia, sesuai dengan janji-Nya dalam Ibrani 13:5-6:

Ibrani 13:5-6
“Aku SEKALI-KALI tidak akan membiarkan engkau dan Aku SEKALI-KALI tidak akan meninggalkan engkau." Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Semua orang mungkin meninggalkan kita. Namun Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia akan selalu melepaskan kita apabila kita tetap hidup di dalam Dia. Sebagaimana yang Paulus katakan dengan berani: “Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga.” Juga, seperti yang kita baca dalam Roma 8:35-37:

Roma 8:35-37
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

Apakah ayat di atas mengatakan bahwa tidak akan ada penindasan? TIDAK, yang dikatakan ayat itu adalah bahwa di dalam penindasan kita lebih daripada orang-orang yang menang. Hal yang sama terjadi ketika kita berada dalam kelaparan, ketelanjangan, penganiayaan, pedang, dll. Siapa yang mengatakan bahwa semua ini tidak akan terjadi karena kita orang-orang kristiani? Pasti bukan Firman Tuhan. Karena yang Firman Tuhan katakan adalah “Tetapi dalam semuanya itu [yang berarti semua itu mungkin kita alami], kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

Sebagai penutup: ada sebuah peperangan rohani yang harus kita hadapi. Di dalam peperangan ini kita bukannya tanpa perlindungan karena kepada kita telah diberikan perlengkapan senjata Allah, senjata rohani yang berasal dari Allah. Selain itu, kita juga memiliki Allah yang lebih besar daripada siapa pun dan Dia berkuasa melepaskan kita dari perangkap dan pencobaan musuh kita. Bila penguasa dunia ini menganiaya kita, tak perlu kita heran. Itu adalah hal yang lumrah terjadi karena itu berarti kerajaannya punya masalah dengan kita. Di tengah kesukaran, tetaplah setia kepada Allah karena sebagaimana yang 2 Petrus 2:9 katakan: “Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan4”.

Anastasios Kioulachoglou



Catatan kaki

1. Lihat juga Yohanes 12:31, 16:11.

2. Perlu diperhatikan di sini bahwa penganiayaan tidak selalu berasal dari dunia tetapi juga dari orang-orang yang meskipun telah berada di bawah kuasa Allah, namun terus berjalan di dalam daging (natur lama mereka). Perbuatan mereka digambarkan dengan jelas dalam Galatia 5:19-21

3. Di sini, Paulus berbicara tentang anggota-anggota jemaat. Dunia tidak pernah membantu Paulus demi mengabaikannya.

4. Apabila kita meletakkan II Timotius 3:12 berdampingan dengan II Petrus 2:9, kita akan memiliki gambaran lengkap tentang penganiayaan terhadap orang-orang saleh. II Timotius 3:12 berkata, “setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. Itulah pekerjaan Iblis: menganiaya. Sementara itu II Petrus 2:9 berkata, “Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan”. Itulah pekerjaan Tuhan: menyelamatkan.