Firman Hidup
Berlangganan gratis

Berbagai Peringatan Dalam Perjanjian Baru (PDF) Versi PDF



Menyimak Beberapa “Perkataan Keras” yang Diucapkan oleh Yesus



Sungguh mengherankan betapa jarang kita mendengar khotbah di gereja-gereja barat tentang apa yang Tuhan Yesus Sendiri ajarkan, terutama tentang perkataan-Nya yang dianggap banyak orang sebagai “perkataan-perkataan yang keras”. Namun, perkataan-perkataan itu keras hanya apabila kita mencoba menjelaskannya sambil mengenakan kacamata doktrin yang mengatakan bahwa keselamatan diperoleh bukan melalui iman yang hidup, yang berlangsung terus menerus, melainkan melalui iman yang statis, iman pada suatu ketika, yang berarti juga tidak masalah apabila iman itu tidak berbuah. Maka ya, perkataan-perkataan keras itu akan sangat sulit untuk dipahami. Namun, apabila kita melepas kacamata tersebut, perkataan-perkataan Tuhan itu akan menjadi SANGAT jelas.

Sebelum mulai menyimak apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, saya perlu mengatakan bahwa ada orang-orang yang berusaha mengabaikan perkataan-perkataan Tuhan berdasarkan teori bahwa perkataan-perkataan itu tidak merujuk kepada kita, tetapi kepada orang-orang Yahudi yang masih hidup di bawah Hukum Taurat. Dengan demikian, mereka menggolongkan perkataan-Nya sedikit di atas Perjanjian Lama, dan dalam hal apa pun, dianggap tidak serelevan surat-surat yang ditulis oleh para rasul, sehingga mereka seakan-akan menciptakan pertentangan yang palsu antara apa yang Tuhan Yesus katakan dengan apa yang murid-murid-Nya katakan. Namun, dalam studi ini kita akan melihat bahwa tidak ada pertentangan seperti itu. Apa yang Tuhan katakan dan apa yang murid-murid-Nya ajarkan berada dalam harmoni yang mutlak satu dengan yang lain. Namun, bagi mereka yang memiliki pandangan seperti itu, silakan melihat lampiran kedua dari studi ini, di mana saya menjelaskan secara terperinci mengapa pandangan seperti itu salah. Sekarang, mari kita lanjutkan dengan perkataan Tuhan Yesus.

3.1. Perumpamaan tentang hamba yang tidak setia.

3.2. Perumpamaan tentang sepuluh gadis

3.3. Perumpamaan tentang talenta

3.4. “Sebab ketika aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum”

3.5. Perumpamaan tentang orang yang berhutang sepuluh ribu talenta

3.6. “Barangsiapa menang”

3.7. Menyimak Beberapa “Perkataan Keras” yang Diucapkan oleh Yesus: Kesimpulan

Penulis: Anastasios Kioulachoglou