Firman Hidup
Berlangganan gratis

Kebangkitan Tuhan (PDF) Versi PDF



Kebangkitan Tuhan



Saya ingin mengkhususkan artikel ini untuk membahas tentang kebangkitan Yesus dengan memfokuskan perhatian kita terutama pada kitab Kisah Para Rasul.

1. Kisah Para Rasul 2:22-36

Untuk memulainya, mari kita membuka Kisah Para Rasul 2. Hari itu adalah hari Pentakosta, beberapa saat setelah pencurahan Roh Kudus serta manifestasinya di mana orang-orang mulai berbicara dalam bahasa lidah (Kisah Para Rasul 2:1-12). Manifestasi ini menyebabkan orang-orang merasa sangat heran, dan Petrus menjelaskan bahwa apa yang terjadi merupakan penggenapan dari nubuat yang diucapkan oleh Yoel (Kisah Para Rasul 2:14-21, Yoel 2:28-29). Kemudian Petrus melanjutkan penjelasannya dengan berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 2, kita membaca:

Kisah Para Rasul 2:22-24
“Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”

Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati! Meskipun mereka telah menyalibkan Dia, maut tidak memiliki efek yang permanen atas Dia. Petrus melanjutkan dengan mengonfirmasikan fakta tentang kebangkitan dari ayat-ayat dalam Perjanjian Lama:

Kisah Para Rasul 2:25-28
“Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.”

Ayat-ayat ini dikutip dari kitab Mazmur (Mazmur 16:8-11), dan Petrus menghubungkannya langsung dengan kebangkitan Yesus Kristus. Sesungguhnya, jiwa-Nya tidak diserahkan kepada dunia orang mati, dan daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Namun, bagaimana Petrus bisa mengetahui bahwa ayat-ayat tersebut merujuk pada kebangkitan Tuhan? Selain itu, bagaimana Petrus dapat mengetahui bahwa nubuatan Yoel, yang ia kutip sebelumnya, berbicara tentang apa yang terjadi pada hari itu? Jawabannya sederhana: MELALUI ROH KUDUS yang baru saja ia terima dan yang memampukannya untuk memahami Kitab Suci. Petrus bukan seorang teolog yang berpendidikan. Dia tidak memiliki gelar PH.D dalam Teologia. Ia hanya seorang nelayan yang dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi pengikut-Nya, yang bahkan dikatakan dalam Kisah Para Rasul 4:13, sebagai seorang yang tidak terpelajar! Namun, dia adalah seorang yang sudah diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Lukas 24:49), sudah menerima karunia Roh Kudus yaitu Sang Penghibur yang akan memimpin murid-murid-Nya ke dalam seluruh kebenaran seperti yang telah dijanjikan oleh Yesus sebelumnya (Yohanes 6:13). Penghibur inilah yang memampukan Petrus untuk memahami Kitab Suci dan hanya melalui Penghibur inilah, seseorang dapat memahami hal-hal rohani, yang termasuk di dalamnya Firman Allah yang tertulis (1 Korintus 2:10-13). Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul 2, mari kita membaca penjelasan dari nubuatan Daud yang Allah berikan kepada Petrus melalui Roh-Nya. Ini tercatat dalam ayat 29-36:

Kisah Para Rasul 2:29-36
“Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Yesus Kristus dibangkitkan dari antara orang mati. Dialah, yang sekarang hidup, yang menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu dari Bapa, yang secara harfiah Dia curahkan.

Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul 2:41 kita membaca bagaimana setelah pencurahan Roh Kudus, serta khotbah Petrus yang inspiratif itu, jumlah jemaat bertambah kira-kira tiga ribu jiwa pada hari itu (Kisah Para Rasul 2:41).

2. Kisah Para Rasul 3

Peristiwa di atas segera diikuti oleh sebuah peristiwa lain yang kita baca dalam Kisah Para Rasul 3. Di tengah perjalanan mereka menuju ke Bait Allah, Petrus dan Yohanes melihat seorang yang lumpuh dan menyembuhkannya. Kembali hal itu sangat mengherankan orang banyak dan ayat 11-15 menceritakan apa yang selanjutnya terjadi:

Kisah Para Rasul 3:11-15
“Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.”

Sekali lagi, Petrus menegur orang-orang atas apa yang telah mereka lakukan. Namun, ia tidak mengatakan teguran itu untuk menghukum mereka, melainkan untuk membuat mereka menyadari kesalahan mereka dan bertobat. Sebagaimana ayat 19-20 katakan kepada kita:

Kisah Para Rasul 3:19-20, 25-26
“Karena itu SADARLAH DAN BERTOBATLAH, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus…….Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah MEMBANGKITKAN HAMBA-NYA dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Allah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan mengutus-Nya kepada kita untuk memberkati kita! Sebagaimana Efesus 1:3 katakan dengan tegas kepada kita:

Efesus 1:3
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

Allah DALAM KRISTUS telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani. Sesungguhnya di dalam Dia, di dalam Tuhan kita yang telah bangkit, kita memiliki segala berkat rohani yang ada! Sebagaimana yang juga dikatakan oleh Paulus mengenai kebangkitan:

Kisah Para Rasul 17:30-31
“Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu DENGAN MEMBANGKITKAN DIA DARI ANTARA ORANG MATI."

Allah akan menghakimi dunia ini melalui Yesus dan bukti tentang hal ini adalah Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Sebagaimana dikatakan juga dalam Roma 1:1-4:

Roma 1:1-4
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul………tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.”

Yesus Kristus adalah Anak Allah. Dialah yang melalui-Nya Allah akan menghakimi dunia, dan bukti tentang hal ini, “bukti kepada semua orang”, adalah kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kisah Para Rasul pasal ke-4 mencatat bagaimana hasil dan reaksi yang terjadi setelah khotbah Petrus tentang Kristus dan kebangkitan-Nya:

Kisah Para Rasul 4:1-3
“Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam”

Orang-orang Saduki adalah orang-orang yang percaya bahwa “tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh” (Kisah Para Rasul 23:8). Jadi, tentu saja ketika mereka mendengar berita tentang kebangkitan, mereka pun menjadi sangat marah. Namun, bukan mereka saja yang marah. Setiap hari kita pun melihat hal yang sama. Ketika kita memberitakan Firman Allah, ada orang-orang yang menjadi marah. Namun, ayat ke-4 berkata:

Kisah Para Rasul 4:4
“Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.”

Memang tidak semua orang percaya. Bahkan beberapa orang menjadi marah. Tetapi, seperti yang teks di atas katakan, banyak orang yang menjadi percaya. Namun, mari kita lanjutkan untuk melihat apa yang terjadi dengan para rasul:

Kisah Para Rasul 4:5-12
“Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Kembali para rasul yang penuh dengan Roh Kudus, dengan berani menyampaikan kesaksian mereka tentang Yesus dan kebangkitan-Nya. Bukan para profesor, bukan pula ahli teologia berpendidikan yang menyampaikan berita Injil itu. Mereka hanya sekelompok orang-orang yang setia, yang kebanyakan tidak terpelajar, yang penuh dengan Roh Kudus, yang berkomitmen terhadap misi yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka, yang meletakkan dasar jemaat abad pertama; sekelompok orang yang setia yang siap untuk bersaksi tentang Tuhan mereka serta kebangkitan-Nya ke mana pun Tuhan memanggil mereka, bahkan di depan para penganiaya mereka sekalipun.

3. Kisah Para Rasul 5:14-32

Peristiwa penganiayaan terhadap orang-orang yang setia kepada Allah seperti peristiwa di atas bukanlah satu-satunya yang terjadi. Sesungguhnya kitab Kisah Para Rasul dipenuhi dengan insiden serupa, yang salah satunya dipaparkan dalam Kisah Para Rasul 15. Dari ayat 14-21 kita membaca:

Kisah Para Rasul 5:14-21
“Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan. Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. TETAPI waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.”

“Kejahatan” yang dilakukan oleh para rasul yang menyebabkan mereka dijebloskan ke dalam penjara adalah mereka menyembuhkan orang-orang dengan kuasa Allah! Namun, mereka tidak tinggal untuk waktu yang lama di dalam penjara: Allah mengirimkan seorang malaikat yang bukan hanya membebaskan mereka tetapi juga meminta agar mereka terus melakukan apa yang telah membuat marah para penguasa, yaitu terus memberitakan “seluruh firman hidup”, terus memberitakan Firman Allah! Ayat 25-32 mengatakan:

Kisah Para Rasul 5:21-32
“Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya." Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak." Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." TETAPI Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah MEMBANGKITKAN Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia."

Allah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan menjadikan-Nya Pemimpin dan Juruselamat kita. Saksi atas hal ini bukan hanya para rasul dan Alkitab tetapi juga Roh Kudus yang dicurahkan oleh Tuhan kita telah yang telah bangkit pada hari Pentakosta. Oleh karena itu, setiap kali kita memanisfestasikan Roh Kudus, kita sedang bersaksi bahwa Yesus hidup. Sebagaimana dikatakan-Nya dalam Markus 16:17-20:

Markus 16:17-20
“TANDA-TANDA ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”

Roh Kudus bukanlah sebuah konsep teoritis. Roh Kudus adalah kuasa Allah, kekuasaan dari tempat tinggi (Lukas 24:49), Kristus di dalam kita, dimanifestasikan melalui sembilan karunia yang dinyatakan dalam 1 Korintus 12, dan yang dari-Nya tanda-tanda yang disebutkan di atas berasal. Oleh karena itu, setiap kali kita memanifestasikan karunia-karunia Roh ini, kita sedang menyaksikan bahwa Yesus Kristus hidup dan bukan hanya itu, tetapi juga bahwa Dia sangat sangat dekat dengan kita: Dia DI DALAM KITA (Galatia 4:6, 2 Korintus 13:15, Kolose 1:27)

4. Kisah Para Rasul 10

Karena kita sedang belajar tentang Roh Kudus, mari kita juga membuka Kisah Para Rasul 10. Di sana, kita mendapati Kornelius yang disuruh Allah untuk mengirim beberapa orang ke Yope dan menjemput Petrus untuk datang dan mengajarkan Firman Tuhan kepadanya. Petrus menerima undangan itu dan ayat 38-46 menceritakan apa yang ia katakan kepada mereka:

Kisah Para Rasul 10:38-46
“yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Kisah Para Rasul 11:14 menceritakan bahwa Allah menyuruh Kornelius untuk menjemput Petrus yang akan menyampaikan sebuah berita yang sanggup menyelamatkan dia dan seisi rumahnya. Apa isi berita tersebut? Jangan kita membayangkan setumpukan buku. Dalam ayat-ayat di atas tertulis poin-poin penting yang Petrus katakan kepada mereka! Ternyata, berita yang Petrus sampaikan adalah berita tentang Yesus, tentang perjalanan-Nya bersama Allah, tentang kebangkitan-Nya dan apa arti kebangkitan-Nya itu. Inilah berita yang perlu mereka dengar dan percayai agar mereka dapat diselamatkan. Berita yang panjangnya kurang dari sepuluh ayat, yang bahkan dalam Roma 10:9 dapat dirangkum menjadi hanya satu ayat!

Roma 10:9
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu AKAN DISELAMATKAN.”

Mengaruniakan keselamatan bukanlah tugas kita. Itu adalah tugas Yesus Kristus Juruselamat kita, yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita, sehingga dengan menjadikan-Nya Tuhan kita dan dengan percaya bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati, kita akan diselamatkan! Kembali ke Kisah Para Rasul, ayat 44-46 menceritakan apa yang terjadi setelah orang-orang itu mendengarkan pemberitaan Firman Allah:

Kisah Para Rasul 10:44-46
“Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.”

Orang-orang ini bukan hanya percaya tetapi juga memanifestasikan Roh Kudus yang mereka terima dengan berkata-kata dalam bahasa roh, dan memuliakan Allah, yang membuktikan bahwa Kristus yang mencurahkan Roh-Nya, HIDUP, duduk di sebelah kanan Allah dan di dalam hati orang-orang yang percaya kepada-Nya.

5. Kisah Para Rasul 13: 23-39

Perikop terakhir yang akan kita selidiki dari Kisah Para Rasul adalah Kisah Para Rasul 13. Di sana, kita mendapati Paulus sedang berkhotbah di Antiokhia serta memberitakan Injil Yesus Kristus kepada mereka. Kita akan mulai membaca khotbahnya dari ayat 23:

Kisah Para Rasul 13:23 – 39
“Dan dari keturunannya[Daud]lah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan. Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian. Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.”

Setelah kebangkitan-Nya, Kristus tidak menampakkan diri hanya sekejap saja. Bahkan Dia tidak muncul hanya beberapa jam saja. Sebaliknya, Dia muncul selama beberapa hari, yang memperlihatkan bahwa Dia hidup dan dalam tubuh yang tidak binasa. Melalui kebangkitan-Nyalah Allah menjamin bahwa Yesuslah satu-satunya yang melalui-Nya Allah akan menghakimi dunia ini. Di atas semuanya, kebangkitan-Nyalah yang membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dengan percaya kepada kebangkitan Yesus, kita akan diselamatkan dan nama dari Kristus yang bangkit itu adalah nama yang paling berkuasa, satu-satunya nama yang diberikan oleh Allah yang olehnya kita diselamatkan.

Anastasios Kioulachoglou