Firman Hidup
Berlangganan gratis

Jemaat: definisinya, kepalanya dan anggota-anggotanya (PDF) Versi PDF



Jemaat: definisinya, kepalanya dan anggota-anggotanya



Hanya ada sedikit kata yang begitu sering dipergunakan oleh orang-orang kristiani sebagai kata “jemaat”. Sayangnya, hanya sedikit pula dari antara mereka yang benar-benar memahami arti kata itu sebagaimana yang dimaksudkan dalam Alkitab, dan menerapkan arti Alkitabiahnya itu dalam praktiknya. Mengingat pentingnya pemahaman yang jelas tentang apa arti jemaat menurut Alkitab, kami akan membahasnya secara terperinci dalam artikel ini.

1. Jemaat: definisi

Pandangan sekilas tentang apa yang kebanyakan orang pikirkan mengenai kata “jemaat” menunjukkan bahwa mayoritas besar orang menggunakan kata ini untuk menyebutkan sebuah bangunan gereja di mana dilangsungkan berbagai upacara keagamaan atau sebagai bagian dari nama beragam denominasi gereja1. Namun, penggunaan kata jemaat seperti itu tidak sesuai dengan definisi Firman Allah tentang jemaat, sehingga diperlukan sekali penyelidikan lebih mendalam tentang makna yang benar dari kata ini.

1.1 Kata "Ekklesia" dan makna umumnya

Kata “jemaat” adalah terjemahan dari kata Yunani “ekklesia” yang artinya “apa yang dipanggil keluar2". Menurut E.W. Bullinger, kata ini dipergunakan untuk menyebut “kumpulan apa saja, namun terutama kumpulan masyarakat, atau sekelompok tertentu dari mereka”. Di dalam perjanjian baru, kata itu digunakan 115 kali, 3 di antaranya diterjemahkan sebagai “kumpulan” dan 112 lainnya diterjemahkan sebagai “jemaat”. Melihat penggunaan kata ini yang diterjemahkan sebagai “kumpulan” sudah cukup menunjukkan kepada kita bahwa kata ini dipergunakan bukan hanya untuk merujuk pada kumpulan orang-orang kristiani saja. Seperti dalam Kisah Para Rasul 19 di mana terjadi unjuk rasa terhadap Paulus di Efesus:

Kisah Para Rasul 19:32, 35, 39, 41
“Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan [Yunani: “ekklesia”] itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul……… Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata [kepada kumpulan itu]: …….. jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat [Yunani: “ekklesia”] yang sah…….Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat [Yunani: “ekklesia”]itu.”

Dari ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa kata “ekklesia” dipergunakan juga untuk orang-orang non-kristiani, bahkan dalam kasus di atas, untuk sekumpulan orang-orang yang anti kekristenan.

Bahwa makna umum dari kata “ekklesia” adalah “kumpulan”, juga terbukti melalui penggunaan kata ini dalam Septuaginta, terjemahan Yunani kuno dari Perjanjian Lama. Di sana, kata ini dipergunakan sebanyak 71 kali, semua sebagai padanan bagi kata Ibrani “qahal” yang berarti “sekumpulan orang yang datang bersama, kelompok, tindakan; perkumpulan, jemaat, pertemuan; dalam arti yang lebih luas sebagai kumpulan sejumlah orang, pasukan, bangsa, orang jahat, orang benar3 dll."

Kesimpulannya: makna umum dari kata yang diterjemahkan Alkitab sebagai jemaat adalah “kumpulan”. Kata ini tidak dipergunakan khusus untuk kumpulan orang-orang kristiani saja, juga tidak merujuk pada bangunan di mana kumpulan itu berkumpul. Sebaliknya, kata itu adalah sebuah istilah umum yang dipergunakan untuk menyebut kumpulan apa saja terlepas dari jenisnya.

1.2 Kata "ekklesia": maknanya dalam Firman Tuhan.

Setelah mengerti apa makna umum dari kata “ekklesia”, sekarang waktunya kita melihat apa makna kata tersebut dalam Perjanjian Baru. Meskipun makna kata itu masih sama dalam Perjanjian Baru yakni kumpulan, namun maknanya lebih merujuk kepada perkumpulan yang spesifik, yakni perkumpulan orang-orang yang semua anggotanya telah dilahirkan kembali, yakni semua orang yang telah mengakui Tuhan Yesus dengan mulut mereka dan percaya dalam hati mereka bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10:9). Istilah lain yang Alkitab gunakan untuk menyebut orang-orang yang percaya kepada Kristus di seluruh dunia4 adalah “tubuh” atau “tubuh Kristus”. Istilah “jemaat” dan “tubuh” atau “tubuh Kristus” adalah istilah yang setara, semua istilah itu dipergunakan untuk menyebut semua orang kristiani sebagai sebuah totalitas, dan hal itu terlihat jelas dalam beberapa bagian Alkitab. Dimulai dari 1 Korintus 12:27, kita membaca:

1 Korintus 12:27
KAMU semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”

Juga Kolose 1:18 mengatakan kepada kita
“Ia [Yesus Kristus]lah kepala tubuh, yaitu jemaat……”

Selain itu, Efesus 1:22-23 berkata:
“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya [Allah] di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya [Kristus], yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

KITA, semua orang percaya, adalah yang menyusun tubuh Kristus. Firman Tuhan tidak mengatakan bahwa di tempat ini ada satu tubuh Kristus dan di tempat lain ada satu tubuh Kristus yang lain. Juga tidak mengatakan bahwa denominasi ini adalah satu tubuh dan denominasi lain adalah tubuh yang lain. Yang dikatakan Firman Tuhan adalah “kamu semua adalah tubuh Kristus”, yaitu jemaat. Kata “kamu semua” berarti termasuk saya, Anda dan semua orang percaya yang telah dilahirkan kembali. Artinya, berdasarkan Firman Tuhan, tidak ada perbedaan berdasarkan denominasi, warna, status sosial, tempat tinggal atau lainnya. Sebagaimana Galatia 3:26-28 katakan kepada kita:

Galatia 3:26-28
“Sebab kamu SEMUA adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

Kita SEMUA, tidak ada perbedaan, adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus dan kita semua, sekali lagi tanpa perbedaan dan melalui iman yang sama, adalah anggota tubuh Kristus.

Bahwa jemaat atau tubuh adalah satu dan bukan banyak juga dinyatakan dalam banyak bagian Alkitab, dimulai dari Roma 12:4-5, kita membaca:

Roma 12:4-5
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”

Juga, 1 Korintus 12:12-13 mengatakan:
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”

1 Korintus 12:20
“Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.”

Efesus 2:16
“dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

Efesus 4:4
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,”

Dan akhirnya Kolose 3:15
“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”

Seperti yang tertera dengan jelas dalam ayat-ayat di atas bahwa jemaat, tubuh Kristus adalah satu tubuh yang meliputi semua orang yang telah dilahirkan kembali atau orang-orang yang telah mengakui Tuhan Yesus dengan mulut mereka dan percaya dalam hati mereka bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Sayangnya, apa yang dinyatakan sedemikian jelas oleh Firman Allah, telah diabaikan oleh banyak orang kristiani, setidaknya tampak dari bermunculannya begitu banyak denominasi. Banyak dari antara kita, daripada melihat diri kita sebagai anggota dari satu tubuh Kristus dan semua orang kristiani lain sebagai saudara kita dan anggota dari tubuh yang sama, kita malahan melihat diri kita sebagai anggota denominasi ini atau itu dan kita mungkin menganggap denominasi kita itu sebagai tubuh atau jemaat kita, dan menganggap semua orang kristiani lain yang tidak termasuk dalam denominasi kita sebagai orang asing atau terkadang bahkan sebagai musuh kita. Syukurlah, Firman Allah tidak setuju dengan cara pandang seperti ini. Sesungguhnya, bagi Allah, kita (semua orang kristiani) bukanlah orang asing atau musuh bagi satu sama lain, bahkan sekalipun kita bisa saja memiliki cara pandang yang berbeda dalam banyak hal. Sejauh kita setuju bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan kita, dan Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita semua adalah anak-anak Allah, saudara-saudara, anggota-anggota dari tubuh yang sama dan sesungguhnya, sebagaimana Roma 12:5 katakan, kita adalah anggota seorang terhadap yang lain. Bukankah ini adalah kebenaran yang indah? Sayangnya Iblis seringkali berhasil menyembunyikan kebenaran yang indah ini dari kita, dengan cara membuat kita berpikir bahwa tubuh itu hanya sebatas denominasi, organisasi atau persekutuan kita sendiri. Semua ini bukan tubuh tetapi anggota-anggota tubuh5 yang terdiri dari ribuan persekutuan dan jutaan orang-orang kristiani yang lain, yang mungkin saja cara pandang mereka yang sama dengan cara pandang kita hanyalah dalam hal percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Oleh karena itu, daripada kita saling memusuhi dan saling membenci antar denominasi yang berbeda, lebih baik kita menanamkan dalam hati kita kebenaran tentang satu tubuh ini dan bertindak sesuai dengan kebenaran itu, yaitu mengasihi dan melayani semua orang kristiani yang termasuk dalam satu tubuh dengan kita. Karena bila tidak, kita akan terus bertengkar satu sama lain, yang akibatnya akan membahayakan tubuh itu sendiri.

2. Jemaat: kepala

Setelah memahami bahwa jemaat, sesuai definisi dalam Alkitab, adalah satu, dan terdiri dari semua orang yang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus dan kebangkitan-Nya, kita akan belajar lebih lanjut tentang siapakah kepala atau bos dari jemaat. Sekali lagi, jawaban yang diberikan oleh Alkitab untuk pertanyaan yang sangat penting ini sangatlah jelas. Sungguh, seperti yang dinyatakan dalam Efesus 5:23:

Efesus 5:23
Kristus adalah kepala jemaat.”

Ayat-ayat lain yang juga menegaskan bahwa kepala, bos, pemimpin jemaat adalah Tuhan Yesus Kristus, adalah:

Efesus 1:22
“Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya [Allah] di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”

Kolose 1:18
Ia [Yesus] lah kepala tubuh, yaitu jemaat.”

Sebagaimana terlihat jelas dari ayat-ayat di atas, yang ditunjuk Allah sebagai direktur utama dari jemaat, sebagai kepala dari SEGALA yang ada, adalah Tuhan Yesus Kristus6. Dia adalah kepala dan jemaat adalah tubuh-Nya. Dan sebagaimana pada tubuh harfiah kita, kepala adalah yang memimpin tubuh, demikian pula jemaat, Kristus sebagai kepala dari segala yang ada, adalah yang memimpin, yang mengatur jemaat. Dia dan hanya Dia saja adalah pemimpin, satu-satunya bos dari jemaat. Jadi, berbeda dengan berbagai hierarki yang kita temukan di banyak denominasi dan organisasi, hierarki yang benar dalam jemaat sebagaimana yang diberikan dalam Alkitab adalah sebagai berikut: yang pertama dan terutama adalah Allah, kepala dari Kristus (1 Korintus 11:3). Kemudian, Kristus kepala dari jemaat, dan akhirnya kita semua yang percaya dalam Kristus dan kebangkitan-Nya dan yang menyusun tubuh Kristus yang adalah jemaat. Jadi kesimpulannya: bukan “banyak jemaat dengan banyak bos yang fana,” melainkan “SATU jemaat dengan SATU bos yang kekal, yaitu Tuhan Yesus Kristus”.

3. Jemaat: anggota

Kita telah memahami bahwa untuk dapat menjadi anggota jemaat, yang diperlukan adalah menjadi pengikut Kristus, menjadi seseorang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, mengakui-Nya sebagai Tuhan dan percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10:9). Kita juga telah mengerti bahwa kepala, bos atau pemimpin jemaat adalah Tuhan Yesus Kristus. Setelah memahami ini, kita akan melanjutkan dengan menyelidiki secara lebih mendalam tentang apa peran dari anggota-anggota tubuh Kristus.

3.1: Kebutuhan yang berbeda dan peran yang berbeda dalam jemaat

Sama sekali bukan kebetulan bahwa Alkitab mempresentasikan jemaat sebagai sebuah tubuh. Meskipun dalam bagian terakhir pembahasan di atas, dalam diskusi kita tentang Kristus sebagai kepala jemaat, kita telah mencakupkan dalam pembahasan kita beberapa aspek dari metafora ini, namun 1 Korintus 12 memberi kita lebih banyak lagi informasi. Dimulai dari ayat ke-12 kita membaca:

1 Korintus 12:12-14
“Karena sama seperti tubuh itu [tubuh harfiah]satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh [jemaat] ……Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.”

Empat kali dalam ayat-ayat ini kita diberitahukan bahwa tubuh itu satu, yang semakin menegaskan apa yang telah kita bahas sebelumnya, yaitu bahwa hanya ada satu dan satu-satunya tubuh dengan semua orang kristiani sebagai anggotanya. Selain itu, ada hal lain yang juga ditunjukkan dalam ayat-ayat ini, yaitu bahwa “tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota”. Ayat 15-20 akan membantu kita memahami secara lebih baik apa yang Allah ingin nyatakan kepada kita melalui ini. Di sana kita membaca:

1 Korintus 12:15-20
“Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.”

Dalam ayat-ayat ini, Paulus melalui penyataan, membuat perbandingan antara tubuh harfiah dengan jemaat, tubuh Kristus. Kesimpulannya adalah sebagaimana tubuh harfiah memiliki banyak anggota dan masing-masing anggota memiliki fungsinya masing-masing, demikian pula tubuh Kristus atau jemaat, memiliki banyak anggota dan masing-masing dari anggota itu memiliki tempat khusus pada tubuh seperti yang dikehendaki-Nya untuk melakukan tugas tertentu, dan tugas satu anggota tubuh mungkin berbeda dari tugas anggota tubuh yang lain. Agar kita bisa mengerti poin ini secara lebih jelas, Paulus meminta kita membayangkan apa yang akan terjadi andaikata seluruh tubuh ini adalah mata. Jelas tubuh itu tidak mungkin bisa mencium, bergerak, membungkuk atau melakukan hal apapun selain melihat. Jadi, daripada memiliki tubuh yang seluruhnya adalah mata, jauh lebih baik memiliki spesifikasi berbagai peran dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan. Dengan cara ini kita dapat memaksimalkan fungsi semua anggota tubuh dan pada saat yang sama memenuhi semua kebutuhan tubuh dengan cara yang terbaik. Sebagaimana 1 Korintus 12:19 katakan kepada kita: “Andaikata semuanya adalah satu anggota [andaikata semua anggota memiliki peran yang sama], di manakah tubuh? Melalui pengandaian ini, dengan mudah kita dapat mengerti bahwa daripada semua anggota memiliki peran yang sama, jauh lebih baik untuk memiliki spesifikasi berbagai peran dalam tubuh yang akan menjamin semua anggota menjalankan perannya secara maksimal dan menjamin semua kebutuhan tubuh terpenuhi. Sebab, tepat seperti itulah yang akan terjadi. Roma 12:4-5 mengatakan kepada kita:

Roma 12:4-5
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus”

Jelas dari ayat ini, bahwa ada spesifikasi berbagai fungsi dalam tubuh Kristus dan setiap anggota telah diberikan tempat yang khusus pada tubuh disertai fungsi masing-masing yang berbeda dari fungsi anggota lainnya. Siapa yang menentukan apa fungsi kita di dalam tubuh Kristus? 1 Korintus 12:18 memberi kita jawabannya. Dikatakan di sana: “Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya”. Dengan demikian, Allahlah yang menentukan fungsi kita di dalam tubuh. Dan 1 Korintus 12 melanjutkan:

1 Korintus 12:21-25
“Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.”

Tidak ada anggota tubuh Kristus yang tidak membutuhkan anggota yang lain, dan tidak ada anggota yang tidak dibutuhkan dalam tubuh. Sesungguhnya, sebagaimana dikatakan ayat-ayat di atas, Allah telah menyusun tubuh itu sedemikian rupa, yang menyiratkan adanya kesalingbergantungan antar semua anggotanya.

Kembali ke fungsi-fungsi anggota tubuh, 1 Korintus 12:28-30 mengatakan kepada kita:

1 Korintus 12:28-30
“Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat [tubuh]: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”

Ayat-ayat Fiman Tuhan ini memberi kita daftar berbagai fungsi yang dapat ditemukan dalam tubuh Kristus yang, saya ulangi lagi, ditetapkan oleh Allah bagi anggota-anggota tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Fungsi-fungsi yang disebutkan dalam ayat-ayat itu adalah: rasul, nabi, pengajar, melakukan mukjizat, menyembuhkan, melayani, memimpin, berkata-kata dalam bahasa roh, menafsirkan bahasa roh7. Efesus 4:7-8, 11 menjelaskan lebih banyak lagi. Di sana kita membaca:

Efesus 4:7-8, 11
“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia……Dan Ialah [Kristus] yang memberikan baik rasul-rasul, maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,”

Juga, Roma 12:4-8 mengatakan:
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

Seperti yang dapat kita lihat dari ayat-ayat ini, ada beraneka peran dalam tubuh. Peran-peran ini ditetapkan bagi setiap anggota oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan cara sebaik mungkin. Jadi, ada guru yang memenuhi kebutuhan akan pengajaran, ada penginjil yang memenuhi kebutuhan akan penginjilan, ada gembala yang memenuhi kebutuhan akan pengembalaan, dll. Sebagaimana tubuh fisik kita lengkap, demikian pula tubuh Kristus itu lengkap, karena untuk setiap kebutuhan dari tubuh itu, Allah telah menetapkan seorang anggota untuk memenuhinya.

4. Pemikiran lebih mendalam tentang 1 Korintus 12:28-30

Dari pembahasan di atas, pembaca mungkin berpikir bahwa orang tidak dapat bermanfaat bagi tubuh kecuali melalui fungsi yang Allah berikan kepadanya. Dengan kata lain, orang mungkin berpikir bahwa seorang guru tidak dapat menggembalakan, atau orang tidak dapat berbicara bahasa roh atau menafsirkan bahasa roh jika ini bukan yang Allah berikan kepadanya sebagai fungsinya di dalam tubuh. Bagian Alkitab yang sering digunakan untuk mendukung pandangan ini adalah 1 Korintus 12:28-30. Di sana kita membaca:

1 Korintus 12:28-30
“Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?”

Banyak orang menganggap tanda tanya pada ayat-ayat di atas dimaksudkan untuk memberi pemahaman bahwa tidak semua orang kristiani dapat berbicara bahasa roh, atau menafsirkan bahasa roh atau bernubuat atau mengajar, atau menyembuhkan, tetapi hanya mereka yang telah ditetapkan memiliki fungsi tersebut di dalam tubuh yang dapat melakukannya. Namun, kesimpulan seperti itu hanya dapat ditarik apabila kita mengabaikan konteks dari bagian itu serta mengabaikan referensi lain mengenai topik yang sama. Misalnya mengenai berbicara dalam bahasa roh, 1 Korintus 12:8-12 menggolongkannya ke dalam salah satu dari sembilan manifestasi roh8, sementara 1 Korintus 14:5 menyatakan dengan jelas bahwa keinginan Allah adalah agar semua berkata-kata dalam bahasa roh. Memang demikianlah yang dikatakan dalam 1 Korintus 14:5

1 Korintus 14:5
“Aku suka, supaya kamu SEMUA berkata-kata dengan bahasa roh”

Kata “suka” dalam bagian ini adalah bentuk kata kerja waktu sekarang dalam bahasa Yunani, yakni “thelo” yang artinya “ingin, suka, bergirang, merasa senang”9. Fakta bahwa kata kerja ini dalam bentuk waktu sekarang menunjukkan bahwa Allah mengekspresikan keinginan atau kesukaan Dia bahwa Ia ingin hal itu dilakukan di waktu sekarang. Jadi, berkata-kata dalam bahasa roh adalah apa yang Allah inginkan, apa yang Allah senang untuk kita melakukannya sekarang. “Aku senang supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh” Kata-Nya. Ini bukan sebuah pengharapan yang bersifat hipotesis10, tetapi ini adalah apa yang Allah ingin agar kita semua melakukannya sekarang.

Kembali ke topik kita, pertanyaannya sederhana: Mungkinkah Allah ingin, suka, mau agar kita semua berkata-kata dalam bahasa roh, jika berkata-kata dalam bahasa roh itu tidak tersedia untuk semua? Tentu tidak. Dengan kata lain: Bila Allah ingin kita SEMUA berkata-kata dalam bahasa roh, itu berarti kita SEMUA dapat berkata-kata dalam bahasa roh. Itulah yang Firman Tuhan katakan dan itulah yang dimaksudkan dalam Firman Tuhan. Faktanya, bukan hanya semua orang kristiani dapat berkata-kata dalam bahasa roh, tetapi mereka juga dapat bernubuat dan menafsirkan. Sungguh, ayat ke-5 mengatakannya kepada kita:

1 Korintus 14:5
“Aku suka [Yunani: “thelo” - mau], supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu [semua] bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.”

Karena selain berkata-kata dalam bahasa roh, Allah meminta agar kita juga bernubuat dan menafsirkan (kedua karunia terakhir ketika berada di tengah jemaat, untuk membangun jemaat melalui pesan yang kita ucapkan), itu berarti kita bukan hanya dapat berkata-kata dalam bahasa roh tetapi juga bernubuat dan menafsirkan.

Setelah memahami pembahasan di atas, pertanyaannya adalah, jadi apa arti dari pertanyaan-pertanyaan dalam 1 Korintus 12:28-30? Jawabannya adalah konteks dari ayat-ayat tersebut. Seperti yang kita baca, konteks (1 Korintus 12:12-30) bukan tentang manifestasi karunia roh tetapi tentang peran, tentang fungsi khusus yang dimiliki seorang percaya di tengah jemaat. Dalam kasus kita, SEMUA orang kristiani dapat dan seharusnya berkata-kata dalam bahasa roh dan menafsirkannya dan bernubuat dan secara umum menjalankan kesemua dari sembilan manifestasi roh seperti yang terdaftar dalam 1 Korintus 12:7-10. Namun, tidak semua ditetapkan untuk secara khusus bekerja atau berfungsi di dalam tubuh melalui berkata-kata dalam bahasa roh atau melalui mengajar atau melalui bernubuat atau melalui menafsirkan, dll. Untuk dapat memahami hal ini dengan lebih baik, mari kita berasumsi bahwa ada seseorang yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk berfungsi dalam tubuh sebagai seorang guru sementara ada seorang lain yang ditetapkan untuk berfungsi melalui berkata-kata dalam bahasa roh. Keduanya dapat mengajar dan berkata-kata dalam bahasa roh, namun dalam bekerja di dalam tubuh, orang pertama lebih baik dalam mengajar sementara orang kedua lebih baik dalam berkata-kata dalam bahasa roh. Seperti yang kita lihat, kita semua adalah anggota dari tubuh yang sama tetapi kita semua bukan anggota yang sama.

Oleh karena itu kesimpulannya adalah: semua orang kristiani dapat melakukan semua. Namun, beberapa orang ditetapkan oleh Tuhan untuk berfungsi dalam tubuh dengan cara tertentu, beberapa yang lain ditetapkan untuk berfungsi dengan cara yang lain. Bila seseorang bertanya “apa fungsi saya di dalam tubuh”, jawaban saya adalah “datanglah kepada Tuhan dan bertanyalah kepada-Nya apa yang Ia ingin untuk Anda lakukan”. Nama atau jabatan dari peran itu sendiri tidaklah penting. Karena, mungkin saja saya telah ditetapkan untuk menginjili misalnya, tetapi saya tidak pernah melakukannya. Di sisi lain, apabila saya membuat diri saya tersedia bagi Tuhan, maka Ia pasti akan memimpin saya untuk melakukan apa yang Ia ingin saya lakukan di dalam tubuh. Mungkin saya bahkan tidak mengetahui apa jabatan dari fungsi saya itu tetapi hal ini tidak penting. Yang terpenting adalah saya membuat diri saya tersedia untuk dipakai oleh Tuhan sehingga Ia dapat memakai saya sebagai anggota tubuh dengan cara yang terbaik menurut-Nya. Oleh karena itu, kita harus datang kepada Tuhan dan memohon agar Ia menunjukkan kepada kita apa yang Ia ingin agar kita lakukan di dalam tubuh. Tanggung jawab-Nya adalah menunjukkan kepada kita apa yang Ia perlu dari kita dan membimbing kita dalam melakukannya. Tanggung jawab dan tugas kita adalah jadikanlah diri kita tersedia bagi-Nya untuk melakukan segala sesuatu yang Ia perlukan dari kita dan bertindak pada waktu yang ia inginkan serta melakukan apa yang Ia ingin kita lakukan.

Anastasios Kioulachoglou



Catatan kaki

1. Misalnya "Gereja Roma Katolik", "Gereja Ortodok Yunani", "Gereja Anglikan" dan gereja ini atau itu.

2. Lihat Young's concordance to the Bible, hal.59.

3. Lihat New Wilson's Old Testament Word Studies, Kregel Publications, Grand Rapids, Michigan, hal.92.

4. Selain makna yang luas ini, kata “jemaat”juga dipergunakan dalam arti yang lebih sempit, yakni persekutuan orang-orang percaya yang telah lahir baru di area tertentu. Roma 16:3-5 dan 1 Korintus 4:15 menceritakan tentang jemaat di rumah Priskila dan Akwila, yakni persekutuan orang-orang percaya di rumah mereka. Serupa dengan itu, Kolose 4:15 memberitahu kita tentang jemaat yang ada di rumah Nimfa. Di bagian-bagian lain dari Alkitab di mana disebutkan tentang persekutuan orang percaya yang disebut “jemaat” terdapat dalam Roma 16:1, 1 Korintus 1:2, I Tesalonika 1:1 and Galatia 1:2. Jadi, untuk mengerti apakah kata jemaat di dalam Alkitab bermakna persekutuan lokal orang percaya atau tubuh Kristus di seluruh dunia, kita harus melihat dari konteksnya.

5. Walaupun kata ’jemaat’ secara karakteristik juga ditemukan dalam bentuk jamak (lihat catatan kaki 4 di atas dan Galatia 1:21 sebagai contoh), namun kata “tubuh,” tidak pernah digunakan dalam bentuk jamak karena kata itu menyatakan satu tubuh Kristus di seluruh dunia, yang adalah jemaat itu.

6. 1 Korintus 11:3 menyatakan dengan jelas bahwa Kristus juga memiliki Kepala yaitu Allah.

7. Untuk pemikiran lebih mendalam tentang 1 Korintus 12:28-30 lihatlah bagian ke-4 dari artikel ini. Sebagai tambahan, perhatikan bahwa rasul disebutkan sebagai salah satu fungsi di dalam tubuh Kristus dan bukan sebuah jabatan yang disandang hanya oleh 12 rasul Alkitabiah. Jadi, bila pada zaman ini ada guru atau penginjil, maka rasul pun ada.

8. Karunia-karunia ini, sebagaimana yang terdaftar dalam in 1 Korintus 12:8-12 adalah: berkata-kata hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, iman, karunia untuk menyembuhkan, mengadakan mukjizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, menafsirkan bahasa roh.

9. Lihat kamus Yunani pada On-line Bible.

10. Sayangnya, banyak penerjemahan terutama ke dalam bahasa Inggris, telah melewatkan poin ini, sehingga menerjemahkan menjadi "I wish that you all spoke with tongues." Seharusnya bukan “spoke” (masa lampau) tetapi “speak” (masa sekarang) atau (“lalein”) dalam bahasa Yunani (lihat juga catatan di On-line Bible). Allah bukan mengekspresikan sebuah pengharapan yang bersifat hipotesis di sini tetapi sesuatu yang Ia ingin untuk kita lakukan SEKARANG.