Firman Hidup
Berlangganan gratis

Firman Allah adalah: (PDF) Versi PDF



Firman Allah adalah:



2 Timotius 3:16-17 merupakan dasar yang sangat penting untuk kita dapat memahami identitas dan manfaat dari Alkitab bagi kita. Di dalamnya tertulis:

2 Timotius 3:16-17
“Segala tulisan YANG diilhamkan Allah memang bermanfaat UNTUK mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Di dalam bagian ini saya memberikan penekanan khusus pada kata “yang” dan “untuk”, yang fungsinya, seperti yang kita semua tahu, adalah untuk menerangkan atau menggambarkan sesuatu. Jadi, menurut ayat di atas, Alkitab atau Firman Allah ADALAH YANG diilhamkan oleh Allah, atau dalam bahasa Yunaninya, yang dinapaskan oleh Allah1. Ini berarti pengarang Alkitab adalah Allah sendiri yang menghembuskan napas-Nya ke dalamnya. Jadi, Alkitab adalah Firman Allah. Selain itu, ayat di atas juga menjelaskan bahwa Alkitab itu bermanfaat, disertai dengan empat sebab mengapa Alkitab itu bermanfaat. Kemudian, ayat tersebut menjelaskan bahwa Alkitab bermanfaat UNTUK mengajar, UNTUK menyatakan kesalahan, UNTUK memperbaiki kelakuan dan UNTUK mendidik orang dalam kebenaran. Jadi untuk artikel yang berjudul “Firman ALLAH adalah” ini, kita sebenarnya telah memiliki beberapa jawaban untuk melengkapi judul tersebut. Bagian pertama dari ayat ini menegaskan tentang identitas Alkitab sebagai Firman Allah yang dinapaskan oleh Allah sendiri, dan bagian kedua memaparkan manfaat dari Firman Allah yakni untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Timotius 3:17).

Namun, selain dari apa yang kita bahas di atas, masih banyak sekali hal penting lain tentang apa itu Alkitab dan apa manfaatnya. Berikut ini, kita akan membahasnya secara lebih mendalam sehingga kita pun akan semakin menghargai nilai dan manfaatnya.

1. Firman Allah adalah: apa yang Allah buat melebihi segala sesuatu

Saya percaya bahwa tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai pembahasan kita selain daripada membaca tentang bagaimanakah nilai Firman Allah bagi Allah sendiri. Untuk mengetahuinya, mari kita membaca Mazmur 138:2. Di sana kita membaca:

Mazmur 138:2
"Sebab Kaubuat [‘Kau’ merujuk kepada Allah] nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu

Menurut ayat di atas, Allah telah meninggikan janji-Nya atau Firman-Nya melebihi segala sesuatu. Jelas sekali bahwa apa yang Allah ingin nyatakan melalui ayat ini adalah bahwa Firman-Nya itu melebihi segala sesuatu. Jadi, apabila kita ingin tahu seberapa besarkah nilai dari Firman Allah, maka inilah penilaian Allah sendiri terhadap Firman-Nya: bagi Dia, tidak ada yang lebih bernilai daripada Firman-Nya.

2. Firman Allah adalah: makanan untuk hidup

Setelah melihat bahwa Allah menempatkan Firman-Nya pada posisi tertinggi, mari kita lanjutkan pembahasan kita dengan mengamati beberapa hal lain tentang Firman Allah, dimulai dari Matius 4:4. Di sana Yesus Kristus mengatakan:

Matius 4:4
"Ada tertulis, "MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA...."

Banyak orang berpikir roti dan makanan jasmani pada umumnya adalah satu-satunya yang mereka butuhkan untuk bisa hidup. Meskipun benar bahwa makanan jasmani diperlukan agar kita dapat bertahan hidup serta untuk memuaskan rasa lapar kita, namun, menurut Tuhan Yesus Kristus, ada hal lain yang diperlukan untuk membuat hidup kita lebih dari sekadar bertahan hidup. Apakah itu? Jawabannya diberikan dalam ayat yang sama:

Matius 4:4
"Ada tertulis, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah "

Menurut ayat ini, agar memiliki hidup dalam kelimpahan yang sejati dan bukan sekadar bertahan hidup, yang kita butuhkan adalah “setiap firman yang keluar dari mulut Allah”, dengan kata lain, kita membutuhkan Firman Allah. Sebagaimana 1 Petrus 2:2 katakan:

1 Petrus 2:2
"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang ROHANI, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan”

Bayi yang baru lahir tidak dapat hidup tanpa susu. Mereka bangun tidur dan menangis karena ingin minum susu. Sebagaimana bayi yang baru lahir tidak dapat hidup tanpa susu demikian pula hidup kita tidak akan dapat bertahan tanpa air susu yang murni dari Firman Allah. Kita tidak perlu memutuskan apakah kita memerlukan air susu dari Firman Allah atau tidak, karena faktanya adalah kita membutuhkannya. Seperti kita butuh makan agar tubuh jasmani kita bertahan hidup, maka ini adalah sebuah fakta, sebuah realitas tak tergantikan, yaitu bahwa untuk dapat benar-benar hidup, kita membutuhkan Firman Allah.

3. Firman Allah adalah: kebenaran

Setelah memahami bahwa Firman Allah begitu dibutuhkan oleh hidup kita sebagaimana air susu dibutuhkan oleh bayi yang baru lahir, mari kita selidiki lebih jauh tentang apakah Firman Allah itu. Apa yang akan kita baca berikut ini terjadi selama pemeriksaan yang dilakukan oleh Pilatus terhadap Tuhan Yesus (Yohanes 18:33-38). Selama pemeriksaan ini, Pilatus mengajukan satu pertanyaan, yang mungkin merupakan pertanyaan dari begitu banyak orang. Pertanyaan Pilatus merupakan respons terhadap peryataan Yesus bahwa Dia datang ke dunia untuk memberi kesaksian tentang kebenaran (Yoh 18:37), respons Pilatus dalam Yohanes 18:38:

Yoh 18:38
"Kata Pilatus kepada-Nya [Jesus], "Apakah kebenaran itu?"

Pertanyaan Pilatus bukan pertanyaan yang tidak umum. Banyak orang, termasuk banyak dari antara kita, pada masa tertentu dalam hidup ini, mungkin menanyakan pertanyaan yang sama. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini. Jawabannya tercantum dalam Yohanes 17. Sebelum penangkapan-Nya, Yesus Kristus berdoa kepada Allah, dan dalam doa-Nya Dia berkata:

Yoh 17:14, 17
"Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka [para murid] .... Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran"

Jawaban atas pertanyaan tentang apakah kebenaran itu, sangat sederhana dan jelas: FIRMAN-MU ADALAH KEBENARAN. Alkitab, sebagai Firman dari Allah kita yang Esa dan Sejati, adalah kebenaran yang di atasnya kita mendasarkan hidup kita tanpa perlu takut untuk dikecewakan. Firman inilah yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah, “jalan, kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:6) dan yang memberitakan kepada kita hal-hal ajaib yang telah Ia lakukan bagi kita. Firman inilah yang mengatakan bahwa bila kita mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kita akan diselamatkan (Roma 10:9). Ini bukan sekadar perkataan yang positif. Ini bukan sekadar perkataan yang religius. Ini adalah perkataan KEBENARAN. Jika kita melakukannya kita pasti akan diselamatkan dan jika kita tidak melakukannya, kita pasti tidak diselamatkan. Kebenaran adalah kebenaran. Kita tidak bisa mengubahnya. Kita tidak dapat menggantinya. Kebenaran itu tidak tergantikan. Hanya ada dua kemungkinan, kita menerimanya atau kita menolaknya.

Sebaliknya, kebohongan memiliki beribu aspek. Ribuan gagasan, filosofi dan agama berlomba menduduki posisi terpenting dalam pikiran kita. Manusia mungkin menggunakan sepanjang umur hidupnya untuk menghitung muncul dan hilangnya berbagai gagasan atau filosofi itu. Manusia perlu terus menerus, dari waktu ke waktu di sepanjang hidup mereka, memperbarui filosofi dan gagasan mereka, padahal kebenaran adalah sesuatu yang tidak perlu diperbarui. Kebenaran adalah kebenaran pada hari ini, pada esok hari, dan juga setelah ribuan bahkan jutaan tahun. Dan FIRMAN ALLAH adalah satu-satunya kebenaran yang kekal. Sebagaimana yang dikatakan dalam 1 Petrus 1:23:

" Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, OLEH FIRMAN ALLAH, YANG HIDUP DAN YANG KEKAL"

Juga dalam I Petrus 1:25
"TETAPI FIRMAN TUHAN TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”

Firman Allah tetap untuk selama-lamanya. Firman Allah tidak perlu diperbarui. Allah yang menyampaikan Firman ini dua ribu tahun yang lalu, adalah Allah yang sama pada hari ini. Sebagaimana yang Yakobus 1:17 katakan:

Yakobus 1:17
" Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; PADA-NYA TIDAK ADA PERUBAHAN ATAU BAYANGAN KARENA PERTUKARAN"

Terkadang, beberapa menit saja sudah cukup bagi manusia untuk mengubah pikirannya. “Perubahan” dan “bayangan karena pertukaran” sangat sering terjadi pada manusia. Namun, pada Allah tidak ada perubahan, bahkan tidak sekelebat pun bayangan perubahan. Firman Allah, yang adalah kebenaran dan disampaikan oleh seorang Allah, yang tidak mungkin berubah tentunya merupakan fondasi yang paling kokoh bagi hidup kita dan satu-satunya hal yang di atasnya kita dapat bersandar tanpa takut dibiarkan jatuh.

4. Janji Allah adalah: Janji yang murni

Salah satu karakteristik dalam definisi kebenaran adalah kemurnian, sehingga muncul pertanyaan: apakah Firman Allah itu murni dan bila ya, seberapa murnikah Firman Allah itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan melihat Kitab Mazmur. Di sana kita membaca:

Mazmur 12:6
" Janji TUHAN adalah JANJI YANG MURNI, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."

Mazmur 119:140
"JANJI-MU SANGAT TERUJI; dan hamba-Mu mencintainya"

Firman Allah bukanlah perkataan yang berisi ketidakmurnian. Bukan perkataan yang untuknya kita perlu meminta maaf atas “kesalahan”, juga bukan perkataan yang perlu diperhalus sebelum digunakan. Sebaliknya, Firman Allah adalah murni bahkan begitu murni hingga seperti perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah, atau dengan kata lain sudah tidak mungkin lebih murni lagi. Itulah mengapa kita mencintainya (“dan [menunjukkan akibatnya] hamba-Mu mencintainya”). Kemurnian, kesempurnaan dan keakuratan Alkitab sesungguhnya merefleksikan kemurnian, kesempurnaan dan keakuratan pengarang-Nya: yakni Allah.

5. Firman Allah adalah: sumber kebahagiaan

Kita telah belajar beberapa hal tentang apakah Firman Allah itu. Ternyata, tidak hanya sampai di sini. Di dalam Mazmur 119, kita akan belajar pengaruh besar lain dari Firman Allah.

Mazmur 119:162
"Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan"

Juga: Mazmur 119:14
"Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira seperti atas segala harta.”

Banyak orang mencoba memperoleh kebahagiaan dengan cara mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Namun, seperti yang telah kita pelajari di atas, manusia tidak hidup hanya dari roti saja, dan uang tidak dapat membeli sesuatu yang mampu memberi kita kehidupan dan kebahagiaan sejati. Lalu, apakah yang tidak dapat dibeli oleh uang itu? Itulah Firman Allah. Jadi, selain dari apa yang telah kita pelajari di atas, Firman Allah juga bermanfaat memberi kepada kita sukacita yang besar, kegembiraan tak terperikan bagaikan kegembiraan seseorang yang mendapat “segala harta.” Anda tidak perlu membeli lotere untuk memperoleh kebahagiaan. Yang Anda perlukan adalah Firman Allah, pelajarilah, percayailah dan taruhlah di dalam hati Anda. Setiap kali Anda melakukannya, sukacita Anda akan sedemikian besar seperti sukacita seseorang yang menemukan harta karun. Bukankah luar biasa bahwa kita memiliki sumber sukacita yang terus menerus tersedia dengan limpahnya! Sukacita yang tidak bergantung pada keadaan, “keberuntungan” atau hal-hal lain, tetapi sukacita akan Allah kita dan Firman-Nya yang ajaib, yakni Alkitab.

6. Firman Allah adalah: Pelita bagi kaki kita

Hal lain tentang Firman Allah, dapat kita temukan dalam Mazmur 119:105 dan 2 Petrus 1:19. Di sana kita membaca:

Mazmur 119:105
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku"

Juga 2 Petrus 1:19
"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi2. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. "

Ketika berjalan di tempat yang gelap kita membutuhkan cahaya. Entahkah cahaya fisik atau buatan, yang pasti tanpa terang kita tidak dapat melangkah di tempat yang gelap. Demikian pula dalam kehidupan kita. Untuk melangkah di dalam kehidupan ini, kita membutuhkan pelita untuk menerangi jalan kita. Di manakah kita menemukan pelita ini? Menurut ayat-ayat di atas, jawabannya adalah pada Firman Tuhan. Dengan mengikuti petunjuk dari Firman Allah, kita akan berjalan dengan diterangi oleh cahaya benderang. Seperti yang dikatakan dalam Mazmur 84:11 dan 1 Yoh 1:5:

Mazmur 84:11
"Sebab TUHAN Allah adalah matahari…”

I Yoh 1:5
"Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan."

Allah itu bagaikan matahari3. Jadi, mengikut Firman-Nya berarti melangkah di jalan yang diterangi oleh terang Sang Pengarang Alkitab, di jalan yang seterang Allah itu sendiri.

7. Bila Firman Tuhan tidak menjadi kegemaran kita......

Mungkin kita akan lebih mengerti tentang pentingnya sesuatu tatkala menyadari apa yang akan terjadi apabila kita tidak memilikinya. Di atas kita telah mengerti beberapa hal tentang apakah Firman Tuhan itu sehingga melaluinya kita dapat dengan mudah mengerti apakah kerugian kita apabila kita tidak memilikinya. Namun, dalam kitab Mazmur, terdapat ayat yang tidak berbicara dari segi manfaat, tetapi dari segi sebaliknya, yakni apa yang akan terjadi apabila Firman Tuhan tidak menjadi kegemaran kita. Dalam Mazmur 119:77, Daud berkata melalui pewahyuan:

Mazmur 119:77
"Taurat-Mu adalah kegemaranku"

Bagi Daud, Firman Tuhan (pada zaman Daud, Firman Tuhan adalah Hukum-Hukum Musa) adalah kegemarannya. Sekarang mari kita perhatikan apa yang akan terjadi apabila Firman Tuhan tidak menjadi kegemarannya, mari kita lihat lima belas ayat sesudahnya. Ayat ke-92 mengatakan:

Mazmur 119:92
"Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku

Terkadang masa-masa sulit datang secara tiba-tiba dalam berbagai bentuk kesengsaraan atau penindasan yang berat atau ringan (2 Korintus 3:17 dan 1 Petrus 1:6). Namun, pada masa sulit Firman Tuhan tidak berhenti untuk menjadi sumber sukacita, pelita bagi kaki kita, dan makanan bagi hidup kita. Tak ada situasi atau keadaan apa pun yang dapat membuat Firman Tuhan menjadi berkurang dalam terangnya atau berkurang dalam nilainya. Allah kita adalah Allah yang kuasa serta kasih-Nya tetap sama baik dalam situasi yang baik maupun situasi yang buruk. Namun, kita harus selalu menjaga agar nyala api Firman Tuhan senantiasa hidup di dalam hati kita. Kesedihan, tekanan dan kesengsaraan kadangkala datang menerpa, namun semua itu tidak akan menghancurkan kita selama Firman Tuhan menjadi kegemaran kita. Allah adalah Allah yang setia dan Dia akan selalu membuat kita lebih dari pemenang apabila kita memercayai-Nya (Roma 8:37).

8. Apabila kita merenungkan Firman Allah, kita akan ....

Setelah mempelajari beberapa hal tentang Firman Allah, tentu kita telah memahami manfaat luar biasa yang dapat kita peroleh dengan mempelajari dan menyimpan Firman Allah di dalam hati kita. Namun, mari kita selidiki lebih jauh manfaat penting dari Firman Allah apabila kita merenungkannya, atau dengan kata lain apabila kita menjadikan Firman Allah sebagai fokus pikiran kita.

8.1. Berbahagia dan menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air

Untuk melihat apa yang Firman Tuhan katakan tentang apa yang diperoleh mereka yang menjadikan Firman sebagai fokus pikirannya, mari kita melihat Mazmur 1:1-3:

Mazmur 1:1-3
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, TETAPI YANG KESUKAANNYA IALAH TAURAT TUHAN DAN YANG MERENUNGKAN TAURAT ITU SIANG DAN MALAM. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Apakah ada di antara kita yang tidak ingin berhasil dalam semua yang kita lakukan? Tentu tidak. Namun, dapatkah kita mengalaminya? Menurut ayat-ayat di atas cara agar kita dapat mengalaminya adalah dengan merenungkan Firman Tuhan. Apabila kita “berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15) dan menjadikannya fokus pikiran kita, maka apa pun yang kita lakukan, akan menyenangkan hati Tuhan, karena semua itu berasal dari pikiran di mana Firman Tuhan menempati posisi yang sentral, sehingga sesuai ayat-ayat di atas, apa saja yang diperbuatnya akan berhasil. Kita juga akan berbahagia dan menjadi seperti pohon yang BERBUAH LEBAT yang ditanam di tepi aliran air.

8.2. Keberhasilan dan hikmat

Dampak dari merenungkan Firman Tuhan dipaparkan bahkan lebih jelas lagi dalam Kitab Yosua. Yosua adalah penerus Musa sebagai pemimpin bangsa Israel dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Camkan dalam benak kita bahwa Yosualah yang akan memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, sedangkan melalui bagian lain dalam Alkitab4 kita tahu bahwa mereka bukan bangsa yang mudah untuk dipimpin. Yosua benar-benar membutuhkan hikmat untuk dapat memikul tanggung jawab sebesar itu. Perhatikan betapa menariknya nasihat Tuhan kepada Yosua agar ia dapat memperoleh hikmat yang dibutuhkannya itu. Mari kita baca Yosua 1:5-8. Di sana Allah berkata kepada Yosua:

Yosua 1:5-8
“Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya ENGKAU BERTINDAK HATI-HATI SESUAI DENGAN SEGALA YANG TERTULIS DI DALAMNYA, SEBAB DENGAN DEMIKIAN PERJALANANMU AKAN BERHASIL DAN ENGKAU AKAN BERUNTUNG.” [Bahasa Ibrani: "sakal" berarti waspada, berhikmat, memiliki pemahaman, kebijaksanaan, berhasil. Lihat nomor 7919 dalam Strong's concordance. Nomor LXX tertulis "dan engkau akan memperoleh kebijaksanaan5"]

Perhatikan betapa luar biasa cara Allah mendorong Yosua. Allah bukan pribadi yang tinggal jauh dari kita tanpa menyadari kebutuhan kita akan dorongan dan penghiburan. Sebaliknya, Dia adalah Allah yang peduli dan penuh kasih. Perhatikan juga apa yang Ia katakan kepada Yosua. Dia berkata bahwa agar Yosua selalu (“ke mana pun engkau pergi”) beruntung ia harus dengan bersungguh-sungguh bertindak sesuai dengan seluruh Hukum Musa (yang adalah Firman Tuhan pada zaman itu). Bahkan Allah memerintahkan agar Yosua berhati-hati dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Lebih jauh lagi Allah mengatakan bahwa apabila Yosua merenungkan Firman itu siang dan malam, dengan kata lain, Firman Tuhanlah yang terus menerus menjadi fokus pikirannya, ia akan beruntung dan ia akan bertindak dengan bijaksana. Perkataan “SEBAB DENGAN DEMIKIAN” yang dipergunakan dalam ayat-ayat dia atas menunjukkan bahwa hikmat dan keberhasilan Yosua itu sifatnya bersyarat, tergantung pada bagaimana posisi Firman Tuhan di dalam hatinya. Jadi, hanya apabila Firman Tuhan menjadi pusat dari pikiran dan tindakan kita, maka kita akan memperoleh keberhasilan dan hikmat. Bila kita baca kisah hidup Yosua selanjutkan, kita dapat melihat bahwa Yosua memang seorang yang mengikut dan melayani Tuhan seumur hidupnya, dan ia memang seorang yang berhasil dan berhikmat dalam melakukan semua tugas-tugasnya.

9. Kesimpulan

Setelah menyelesaikan studi ini, bukan berarti pembahasan kita telah lengkap. Pembaca disarankan untuk menyelidiki Firman Allah lebih jauh serta mencari sendiri hal-hal lain tentang apakah Firman Allah itu dan apa saja manfaatnya. Namun, saya percaya bahwa kita telah belajar banyak sekali hal penting yang dapat menolong kita untuk semakin menghargai Firman Allah. Sebagai kesimpulan dari pembahasan di atas, kita mengerti bahwa Alkitab, Firman Allah adalah:

i) kebenaran,

ii) apa yang dibuat Allah melebihi segala sesuatu,

iii) makanan untuk hidup,

iv) susu untuk pertumbuhan,

v) sumber sukacita,

vi) pelita bagi kaki kita,

vii) bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,

viii) sangat murni,

ix)sesuatu yang apabila kita jadikan kegemaran, maka kita tidak akan jatuh ketika mengalami berbagai penderitaan atau pencobaan,

x) sesuatu yang apabila kita renungkan, akan membuat kita a)berbahagia, b) seperti pohon yang di tanam di tepi aliran air, c) berhasil dalam semua yang kita lakukan, dan d)beruntung.

Meskipun belum lengkap, saya percaya daftar ini telah memperlihatkan betapa agung, penting dan bernilainya Firman Allah. Di samping itu, kita telah memahami dengan jelas dampak yang luar biasa dalam hidup kita apabila kita mempelajari Firman Allah, menyimpannya dalam jiwa kita dan membiarkannya tetap menyala dalam hati kita.

Anastasios Kioulachoglou

 



Catatan kaki

1. Pembahasan lebih terperinci tentang II Timotius 3:16, terdapat dalam artikel: II Timotius 3:16-17: Manfaat Alkitab.

2. “firman yang disampaikan oleh para nabi" adalah Firman Allah. Pembahasan lebih dalam tentang hal ini, dapat dibaca dalam artikel: Siapakah pengarang Alkitab dan siapa yang menuliskannya?

3. Matahari memiliki beberapa titik hitam di atas permukaannya, namun di dalam Dia SAMA SEKALI TIDAK ADA KEGELAPAN.

4. Sebagai contoh lihat: Keluaran 15:22-26, 16:1-5, Bilangan 11:1-6, 16, 25:1-5, Ulangan 1.

5. Lihat: The Septuagint Version of the Old Testament with an English translation, Samuel Bagster and Sons, London, 1879.