Firman Hidup
Berlangganan gratis

Beberapa Hal tentang Siapa Yesus Kristus (PDF) Versi PDF



Beberapa Hal tentang Siapa Yesus Kristus



Tidak diragukan lagi, Yesus Kristus merupakan tokoh sentral dari Alkitab. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk kita membaca Firman Tuhan serta menyimak beberapa hal yang Firman ini katakan mengenai siapa Yesus. Saya katakan “beberapa” karena tidaklah mungkin dalam artikel seperti ini, kita membahas semua hal yang Alkitab katakan mengenai siapa Yesus. Namun, saya harap beberapa hal yang akan kita lihat pada hari ini akan menolong kita untuk lebih menghargai Yesus Kristus dan siapa Dia bagi kita.

1. Yesus Kristus: Anak Allah

Untuk memulai survei kita tentang siapa Yesus Kristus, kita akan membaca Yohanes 10:35-36. Di sana, dalam sebuah percakapan dengan beberapa orang Yahudi, Yesus berkata:

Yohanes 10:35-36
“Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?”

Seperti yang dapat kita lihat dalam ayat-ayat ini, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah, yang artinya Allah adalah Bapa-Nya. Jadi, hal pertama yang kita lihat tentang siapa Yesus adalah: Dia adalah Anak Allah. Fakta bahwa Yesus Kristus memang merupakan Anak Allah disaksikan juga di banyak bagian lain dari Alkitab. Contohnya, ketika malaikat memberitahukan kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibu dari Yesus, ia juga mengatakan kepada Maria bahwa Yesus akan disebut Anak Allah. Demikianlah dikatakan dalam Lukas 1:35:

Lukas 1:35
“Jawab malaikat itu kepadanya [Maria]: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

Lebih jauh lagi, dua kali, yakni ketika Yesus dibaptis (Matius 3:16-17) dan ketika Yesus berubah rupa di atas gunung (Matius 17:5), Allah secara terbuka menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya. Ayat-ayat tersebut mengatakan:

Matius 3:16-17
“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Juga: Matius 17:5, yang mengatakan kepada kita:
“Dan tiba-tiba sedang ia [Petrus – baca Matius 17:1-4 untuk melihat konteksnya] berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Selain itu, bukti lain bahwa Yesus memang merupakan Anak Allah adalah fakta bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Roma 1 menyatakannya kepada kita:

Roma 1:1, 3-4
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, ……..tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Selain yang di atas, kita dapat menambahkan banyak ayat lain yang menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah1. Jadi, hal pertama yang kita pelajari tentang siapa Yesus adalah: Dia adalah Anak Allah.

2. Yesus Kristus: Juruselamat dunia

Setelah memahami bahwa Yesus adalah Anak Allah, mari kita lanjutkan untuk melihat beberapa hal lain tentang siapa Dia. Untuk memulainya, kita akan membaca 1 Yohanes 4:14. Di sana kita membaca:

I Yohanes 4:14
“Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.”

Juga, dalam Yohanes 12:47 Yesus berkata:
“Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”

Keselamatan membutuhkan seorang Juruselamat, seseorang yang membuat keselamatan itu tersedia. Seperti dijelaskan ayat di atas, Juruselamat ini adalah Tuhan Yesus Kristus. Roma 10:9 katakan kepada kita:

Roma 10:9
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

Selain itu, Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan kepada kita mengenai Yesus:
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan tidak mungkin ada tanpa Yesus Kristus dan keselamatan tidak dapat diperoleh dengan cara apa pun juga selain kita mengaku dengan mulut kita bahwa Dia adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Jadi, hal kedua yang kita pelajari tentang siapa Yesus adalah, Dia adalah Juruselamat, satu-satunya yang melalui-Nya kita beroleh keselamatan.

3. Yesus Kristus: Tuhan

Selain Anak Allah dan Juruselamat, gelar lain yang digunakan bagi Yesus Kristus adalah Tuhan. Mengenai kata “Tuhan”, kata ini merupakan terjemahan dari kata Yunani “kurios” yang artinya bos atau tuan, seseorang yang berada pada posisi otoritas2. Bahwa Yesus memang berada pada posisi otoritas, ditunjukkan oleh fakta bahwa Dia disebut “Tuhan Yesus Kristus” sebanyak 82 kali di Alkitab. Selain itu, ada banyak perikop dalam Alkitab yang merujuk pada ketuhanan-Nya dan otoritas-Nya, seperti Filipi 2:9-11. Di sana kita membaca:

Filipi 2:9-11
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia [Yesus] dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Juga dalam I Korintus 15:24-28:
“Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia [Yesus] menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia [Yesus] harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya [Allah] di bawah kaki-Nya [Yesus]. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia [Allah] sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Sebagaimana dinyatakan dengan jelas dalam ayat-ayat di atas, segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kaki Yesus. Satu-satunya pengecualian adalah Allah “yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus” dan yang kepada-Nya Yesus Sendiri menaklukkan diri-Nya. Selain Allah, segala sesuatu telah atau akan ditaklukkan di bawah kaki Yesus sehingga “segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

4. Yesus Kristus: kepala gereja/ jemaat

Yesus Kristus bukan hanya tuan, Tuhan, tetapi Dia juga adalah kepala, kepala dari tubuh yang terdiri dari orang-orang yang percaya kepada-Nya, atau dengan kata lain, Dia adalah kepala dari “jemaat”. Kolose 1:18 mengatakan kepada kita:

Kolose 1:18
“Ia [Yesus Kristus] lah kepala tubuh, yaitu jemaat.”

Selain itu, dikatakan dalam Efesus 4:15-16:
“tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh [jemaat], --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”

Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat di atas, yang dimaksud gereja bukanlah bangunan melainkan tubuh yang terdiri dari setiap kita yang telah mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Sebagaimana dikatakan tentang tubuh ini serta anggota-anggotanya dalam 1 Korintus 12:

I Korintus 12:12, 14, 18, 27
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus……..Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota……..Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya………Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”

1 Korintus 11:3 juga menambahkan:
“Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.”

Masing-masing dari kita adalah anggota tubuh Kristus dan memiliki Kristus sebagai TUHAN kita. Kita semua adalah gereja, anggota tubuh Kristus, dengan Kristus sebagai KEPALA, dan Kepala Kristus adalah Allah (1 Korintus 11:3). Sebagaimana dalam tubuh lahiriah, kepala adalah bagian yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan oleh tubuh, demikian pula dengan Kristus: Dia (dan hanya Dia) yang bertanggung jawab memutuskan bagaimana tubuh sebagai kesatuan, dan masing-masing kita sebagai anggota, akan berfungsi. Dia adalah kepala jemaat, kita adalah anggota-anggotanya, dan Allah adalah Dia yang telah menempatkan kita di tengah jemaat sesuai dengan keinginan-Nya. Sebagaimana tangan saya patuh pada kepala saya, demikianlah anggota-anggota jemaat seharusnya patuh kepada Kepala dari jemaat, yakni Kristus. Dialah yang memegang posisi Kepala dari jemaat. Semua yang lain adalah anggota yang fungsi tepatnya dibutuhkan untuk kelancaran beroperasinya seluruh tubuh.

5. Yesus Kristus: Satu-satunya jalan kepada Allah

Meskipun sampai sekarang kita telah melihat banyak hal tentang siapa Yesus, daftarnya tidak berhenti di sini. Yohanes 14:6 mengatakan kepada kita:

Yohanes 14:6
“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yesus Kristus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Seperti dikatakan-Nya, tidak ada seorang pun dapat datang kepada Allah kecuali melalui Dia, atau dengan kata lain, Dia adalah satu-satunya jalan kepada Allah. Ini berarti pandangan yang mengatakan bahwa semua agama hanyalah cara-cara yang berbeda yang pada akhirnya akan menuju kepada Allah yang satu dan sama, adalah sepenuhnya salah. Sebagaimana yang baru saja kita baca, hanya ada SATU jalan kepada Allah, yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus. Tanpa Dia, tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Allah.

6. Yesus Kristus: satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia

Selain satu-satunya jalan kepada Allah, Yesus Kristus juga merupakan satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia. Dikatakan dalam 1 Timotius 2:5:

I Timotius 2:5
“Karena Allah itu esa dan ESA pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,”

Sebagaimana dikatakan dengan jelas dalam ayat ini, bukan hanya pandangan “banyak jalan kepada Allah” adalah salah secara alkitabiah, pandangan “banyak pengantara antara Allah dan manusia” pun adalah salah3. Sebagaimana dikatakan dengan gamblang dalam ayat di atas, ada SATU dan hanya ada SATU pengantara antara Allah dan manusia, dan Dia adalah Yesus Kristus. Hanya Dia yang Allah tentukan untuk menjadi pengantara kita dan hanya Dia yang tepat untuk melakukan tugas ini.

7. Yesus Kristus: Roti hidup

Informasi lebih lanjut mengenai siapa Yesus, diberikan dalam Yohanes 6:35. Di sana kita membaca:

Yohanes 6:35
“Kata Yesus kepada mereka [orang-orang Yahudi]: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Diulangi dalam Yohanes 6:47-48:
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup.”

Yesus Kristus berjanji bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya tidak akan lapar dan tidak akan haus lagi. Dia berkata bahwa Dia adalah roti hidup. Kita semua tahu betapa pentingnya makanan dan air bagi kelangsungan hidup kita. Namun, bahkan makanan dan air yang berlimpah tidak dapat memberi kita hidup yang lebih panjang dari rata-rata tujuh puluh atau delapan puluh tahun, sedangkan roti yang bernama Yesus Kristus dapat memberi kita hidup yang kekal. Bagaimana caranya? Dengan iman! Dengan mengaku dengan mulut kita bahwa Dia adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10:9).

8. Yesus Kristus: Terang hidup

Selain Yesus adalah roti hidup, Dia juga adalah Pribadi yang jika kita ikuti, kita pun akan memiliki terang hidup. Injil Yohanes mengatakan kepada kita:

Yohanes 8:12
“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Yohanes 12:46
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”

Sebagaimana kita membutuhkan roti dan air untuk dapat bertahan hidup, kita pun membutuhkan terang dalam perjalanan hidup kita sehingga perjalanan itu akan aman dan kita tahu ke mana kita pergi. Sebagaimana dikatakan oleh Yesus:

Yohanes 12:35
barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.”

Bila kita berjalan dalam kegelapan, kita tidak tahu ke mana kita pergi. Itulah sebabnya kita membutuhkan terang. Namun, meskipun terang buatan atau terang lampu cukup untuk menerangi perjalanan dengan kaki kita, terang itu sama sekali tidak cukup untuk menerangi perjalanan hidup kita. Untuk perjalanan ini kita membutuhkan jenis terang yang berbeda, kita membutuhkan terang hidup. Bagaimana caranya agar kita dapat memiliki terang ini? Dengan cara mengikut Yesus Kristus. Ayat-ayat di atas mengatakan jika kita mengikut Yesus, yang adalah jalan, kebenaran dan terang, kita tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan kita akan mempunyai terang hidup.

9. Yesus Kristus: pintu

Untuk melihat hal lain tentang siapa Yesus Kristus, kita akan melihat Yohanes 10. Di sana kita membaca:

Yohanes 10:7-10
“Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Di sini, Yesus Kristus menggunakan sebuah kiasan untuk memberi kita lebih banyak informasi tentang siapa Dia dan apa yang akan terjadi pada mereka yang mengikut Dia. Dalam kiasan ini Yesus menyamakan diri-Nya dengan pintu. Mengenai arti dari kiasan ini, kita semua tahu bahwa pintu adalah sesuatu yang kita lewati menuju ke tempat yang berbeda dari tempat kita berada sebelumnya. Jadi, maksud Firman Tuhan mengumpamakan Yesus sebagai pintu adalah untuk memberitahukan kepada kita bahwa Dia adalah Seseorang yang melalui-Nya kita akan masuk ke sebuah tempat yang berbeda dari tempat kita berada sebelumnya. Dan jika orang bertanya tempat apakah itu, jawabannya diberikan oleh Yesus Kristus Sendiri. Dia berkata: “barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput”. Jadi, jika seseorang masuk melalui pintu yang bernama Yesus Kristus, ia akan selamat. Lebih jauh lagi, ia akan mampu untuk “masuk dan keluar”, atau ia akan bebas, yang artinya selama seseorang berada di luar pintu Yesus, ia tidak memiliki kebebasan. Bahwa memang inilah yang akan terjadi, dapat kita lihat dalam 2 Korintus 4:3-4 yang merujuk kepada orang yang tidak selamat:

2 Korintus 4:3-4
“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.”

Dapatkah kita dikatakan orang yang bebas jika kita buta? Dapatkah kita “masuk dan keluar”? Tentu saja tidak. Hanya jika orang masuk melalui pintu Kristus, ia benar-benar dibebaskan dari belenggu Iblis dan dapat memiliki kebebasan yang sejati.

Akhirnya, sesuatu yang orang temukan ketika ia masuk melalui pintu Yesus Kristus adalah padang rumput. Kita akan dapat memahami pentingnya padang rumput jika kita ingat bahwa Yesus menggunakan domba dalam kiasan ini. Padang rumput bagi seekor domba sama seperti makanan bagi manusia. Oleh karena itu, jika kita dapat membayangkan betapa puasnya seekor domba ketika menemukan padang rumput, kita pun akan memahami betapa puasnya seseorang yang masuk melewati pintu Yesus Kristus.

10. Yesus Kristus: Gembala yang baik

Selain pintu bagi domba, Yesus juga adalah gembala yang baik, yang para domba (kita) butuhkan. Yohanes 10:11, 14-15 mengatakan kepada kita:

Yohanes 10:11, 14-15
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya………Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.”

Agar kawanan domba selamat, mereka membutuhkan gembala yang baik yang akan menjaga mereka. Kembali kepada kita, pertanyaannya adalah: adakah gembala yang baik bagi hidup kita, seseorang yang akan melindungi dan memelihara kita, dengan cara yang sama seperti gembala yang baik menjaga dan memelihara domba-dombanya? Jawabannya adalah ya: Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. Sesungguhnya, Yesus Kristus adalah gembala yang baik yang bimbingan dan perlindungan-Nya sangat kita butuhkan. Sebagaimana dikatakan-Nya: “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”, dan Yesus benar-benar memberikan nyawa-Nya bagi kita. Seperti dikatakan dalam Efesus 5:24:

Efesus 5:2
“dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”

Yesus telah membuktikan betapa baik-Nya Dia dengan menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Namun, Dia bukan hanya gembala yang baik, Dia juga adalah gembala yang penuh kuasa, gembala yang dalam perlindungan-Nya kita aman dan selamat. Sebagaimana Yohanes 10:27-29 katakan kepada kita:

Yohanes 10:27-29
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

Tidak ada seorang pun yang dapat merebut kita dari tangan gembala kita, karena Allahlah yang telah memberikan kita kepada-Nya sebagai domba-domba-Nya, dan tidak ada seorang pun dapat merebut sesuatu dari tangan Allah. Oleh karena itu, dengan memiliki Yesus Kristus sebagai gembala, kita akan merasa benar-benar aman dan selamat, karena selama kita berada dalam penggembalaan-Nya, selama kita terus mengikut Dia, kita akan selalu berada dalam perlindungan Yang Maha Kuasa: yaitu Allah.

11. Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah mempelajari beberapa hal tentang siapa Yesus Kristus. Dengan demikian, kita telah mengerti bahwa Yesus Kristus adalah:

i) Anak Allah

ii) Juruselamat dunia

iii) Tuhan

iv) Kepala dari jemaat

v) satu-satunya jalan kepada Allah

vi) satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia

vii) roti hidup

viii) terang hidup

ix) pintu

x) gembala yang baik

Daftar ini sama sekali belum lengkap. Masih banyak yang dapat kita temukan dengan mempelajari Firman Tuhan. Namun, saya percaya, semua yang telah kita bahas dalam artikel ini cukup untuk menunjukkan besarnya peran Yesus Kristus dalam hidup kita. Semoga, sebagaimana doa Paulus, kita semua “dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan” (Efesus 3:18-19).

Anastasios Kioulachoglou



Catatan kaki

1. Alkitab menyebut Yesus “Anak Allah” sebanyak 46 kali.

2. Kata “kurios” muncul 748 kali di Perjanjian Baru dan kata itu kebanyakan diterjemahkan sebagai “tuhan”. Arti formalnya seperti yang diberikan dalam kamus “In-Line Bible” adalah: 1) ia yang menjadi pemilik seseorang atau sesuatu dan yang memiliki kuasa untuk memutuskan atas kepunyaannya itu; tuan 1a) pemilik dan pemelihara atas sesuatu, 1a1) pemilik; seseorang yang memiliki kendali atas sesuatu, tuan, 1a2) di pemerintahan: penguasa, pangeran, kepala, kaisar Romawi 1b) sebuah gelar kehormatan yang menunjukkan keagungan dan kehormatan, yang digunakan oleh hamba dalam menyambut dan menyebut tuannya 1c) gelar ini diberikan kepada: Allah, Sang Mesias.

3. Beberapa denominasi tertentu menawarkan nama-nama terkenal seperti Maria, Petrus atau yang mereka anggap orang-orang kudus sebagai “pengantara” tambahan selain Yesus.

4. Baca juga Galatia 1:3-4, 2:20 dan Titus 2:14.